Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Senin Sore, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.798 per Dolar AS, IHSG ke Zona Merah

Pada perdagangan Senin sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 12 point sebelumnya sempat melemah 30 point

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in Senin Sore, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.798 per Dolar AS, IHSG ke Zona Merah
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Pada perdagangan Selasa (3/2/2026) Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah ditutup turun 12 poin ke level Rp 16.798 per dolar AS
  • Pada perdagangan besok rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah
  • Pelemahan saham terkonsentrasi pada saham-saham yang terpengaruh kebijakan MSCI dan upaya OJK melakukan Percepatan Reformasi Integritas

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026) sore.

Rupiah ditutup turun 12 poin ke level Rp16.798 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 30 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan besok rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS.

Baca juga: IHSG Senin Sore 2 Februari Ditutup di Zona Merah, Turun 4,8 Persen ke 7.922

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 12 point sebelumnya sempat melemah 30 point di level Rp.16.798 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.786," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin.

Pelemahan rupiah ini menandakan dolar Amerika Serikat menguat. Ibrahim menilai penguatan dolar AS didorong oleh sentimen eksternal, terutama dari arah kebijakan moneter dan geopolitik global.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Donald Trump menominasikan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Pasar menilai kebijakan moneter di bawah Warsh berpotensi tidak selunak yang diharapkan.

"Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya," tutur dia.

Baca juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS

Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global. Trump menyatakan Iran menunjukkan keseriusan untuk bernegosiasi, disertai tanda-tanda de-eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

"Komentar Trump, bersama dengan laporan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak memiliki rencana untuk latihan tembak langsung di Selat Hormuz, adalah tanda-tanda de-eskalasi," ujar Ibrahim.

Sementara dari Asia, pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait manfaat mata uang yen yang lebih lemah bagi eksportir turut memengaruhi pergerakan pasar. 

"Di Asia, Perdana menteri Jepang Takaichi membicarakan manfaat mata uang yang lebih lemah selama pidato kampanye baru-baru ini, yang agak kontras dengan sinyal dari pemerintahannya yang memperingatkan terhadap pelemahan mata uang yang berkepanjangan," ungkapnya.

Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/2/2026) sore ditutup di zona merah setelah turun 4,88 persen atau 406,88 poin ke level 7.922,73.

Sejak pembukaan, IHSG langsung bergerak di area merah.

IHSG dibuka di level 8.306,16 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.313,06.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas