Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Gejolak di Pasar Modal, Regulator Diminta Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi

Keputusan MSCI menahan rebalancing indeks Indonesia memicu koreksi tajam di pasar saham.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gejolak di Pasar Modal, Regulator Diminta Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KEMEROSOTAN IHSG - Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Gejolak pasar modal Indonesia belakangan ini kembali menyorot peran regulator, terutama Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai belum mampu menjaga kredibilitas dan transparansi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Alasan MSCI: MSCI menyoroti masalah data free float yang tidak kredibel, kepemilikan saham yang kurang transparan, serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga wajar.

Ancaman status: Indonesia diberi waktu hingga Mei untuk menunjukkan perbaikan. Jika gagal, bobot saham RI dalam indeks pasar berkembang bisa diturunkan, bahkan statusnya bisa berubah menjadi frontier market.

Konsekuensi: Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar investor asing mencapai US$7,8 miliar jika Indonesia turun kasta. Saat ini Indonesia menyumbang sekitar 1 persen bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets.

Respons pemerintah: OJK dan BEI menyatakan menerima masukan MSCI sebagai hal positif, dengan rencana meningkatkan persyaratan free float menjadi 15 persen. 

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas