Gejolak di Pasar Modal, Regulator Diminta Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi
Keputusan MSCI menahan rebalancing indeks Indonesia memicu koreksi tajam di pasar saham.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Editor:
Choirul Arifin
Alasan MSCI: MSCI menyoroti masalah data free float yang tidak kredibel, kepemilikan saham yang kurang transparan, serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga wajar.
Ancaman status: Indonesia diberi waktu hingga Mei untuk menunjukkan perbaikan. Jika gagal, bobot saham RI dalam indeks pasar berkembang bisa diturunkan, bahkan statusnya bisa berubah menjadi frontier market.
Konsekuensi: Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar investor asing mencapai US$7,8 miliar jika Indonesia turun kasta. Saat ini Indonesia menyumbang sekitar 1 persen bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets.
Respons pemerintah: OJK dan BEI menyatakan menerima masukan MSCI sebagai hal positif, dengan rencana meningkatkan persyaratan free float menjadi 15 persen.
Baca tanpa iklan