Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadapi Krisis Global, Perubahan Institusi Pendidikan Buka Akses Masyarakat Menengah ke Bawah

transformasi institusi pendidikan keperawatan menjadi sekolah tinggi kesehatan dengan syarat biaya pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Hadapi Krisis Global, Perubahan Institusi Pendidikan Buka Akses Masyarakat Menengah ke Bawah
HO/IST
TINGKATKAN SDM - Ketua Dewan Pembina Yayasan Jaya Husada Rudyono Darsono, menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi institusi pendidikan keperawatan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kecil atau masyarakat rentan menengah ke bawah dalam rangka peningkatan SDM masyarakat di pinggirian kota Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Transformasi institusi pendidikan keperawatan menjadi sekolah tinggi kesehatan mendapatkan dukungan dengan syarat biaya pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
  • Seluruh biaya transformasi kelembagaan, termasuk pembangunan fasilitas dan sarana pendidikan, akan ditanggung melalui hibah yayasan tanpa membebani mahasiswa dengan pinjaman atau biaya tinggi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perubahan bentuk institusi pendidikan keperawatan menjadi sekolah tinggi kesehatan disebut harus tetap mengutamakan keterjangkauan biaya pendidikan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ketua Dewan Pembina Rudyono Foundation menegaskan dukungannya terhadap transformasi kelembagaan tersebut dengan syarat utama biaya kuliah tidak memberatkan masyarakat kecil.

"Saya mendukung perubahan ini dengan satu catatan penting, biaya pendidikan harus bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika biayanya masih tinggi, maka saya tidak akan mengizinkan," ujar Rudyono dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, transformasi tersebut bukan untuk menghilangkan identitas akademi keperawatan.

Langkah ini memperluas sistem pembelajaran dan akses pendidikan kesehatan yang lebih inklusif.

"Perubahan ini bukan untuk menghapus akademi keperawatan, tetapi untuk meningkatkan sistem pembelajaran yang lebih luas dan terbuka, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Ia menilai pendidikan harus menjadi sarana mobilitas sosial agar masyarakat dengan keterbatasan ekonomi memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita melihat masyarakat menengah kita sangat rapuh. Bahkan ada potensi mereka turun menjadi masyarakat miskin. Ini yang harus kita cegah, salah satunya melalui pendidikan," ujarnya.

Yayasan disebut akan menanggung pembiayaan transformasi kelembagaan, termasuk pembangunan fasilitas, penyediaan lokasi, dan pengembangan sarana pendidikan agar mahasiswa tidak dibebani biaya tinggi.

“Seluruh pendanaan akan kami tanggung melalui yayasan. Tidak akan ada pembiayaan yang memberatkan mahasiswa, apalagi melalui skema pinjaman. Ini murni hibah dari yayasan," ungkapnya.

Selain pengembangan pendidikan, pihak yayasan juga menyiapkan rencana jangka panjang pembangunan rumah sakit yang terintegrasi dengan institusi pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas