Daftar 6 Proyek Hilirisasi Senilai 7 Miliar Dolar AS Digarap Danantara, Serap 6 Ribu Tenaga Kerja
Proyek mencakup smelter, bioenergi, poultry, dan garam untuk dorong nilai tambah serta transisi energi.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Biorefinery Cilacap
PT Pertamina (Persero) meresmikan groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase I Biorefinery Cilacap yang berlokasi di Jawa Tengah.
Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 6 ribu barel per hari minyak jelantah.
Saat ini fasilitas tersebut telah menghasilkan 27 kilo liter Sustainable Aviation Fuel (SAF) per hari dan pada 2029 diproyeksikan meningkat menjadi 887 kilo liter per hari.
Proyek ini ditujukan untuk mendukung sektor energi, penerbangan, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.
Proyek ini diharapkan dapat mewujudkan transisi energi, berpotensi menurunkan impor avtur, mendukung peta jalan penggunaan SAF di Indonesia, serta mengurangi emisi hingga 600 ribu ton setara CO2 per tahun.
Selain itu, proyek ini diproyeksikan memberikan peningkatan PDB dengan estimasi Rp 199 triliun per tahun dan penyerapan tenaga kerja tidak langsung hingga 5.900 orang.
Pabrik Bioetanol Glenmore
Pertamina melalui Subholding Pertamina New and Renewable Energy bersama PT Sinergi Gula Nusantara membangun pabrik bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pabrik ini diharapkan memiliki kapasitas produksi bioethanol berbasis tebu mencapai 30 ribu kilo liter per tahun.
Proyek ini ditujukan untuk mendukung sektor energi transisi, pertanian, dan pelestarian lingkungan, sekaligus sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.
Proyek sinergi BUMN ini diharapkan menciptakan efek domino berupa potensi penurunan impor BBM dan penurunan emisi sebesar 66 ribu ton setara CO2 per tahun.
Selain itu, memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat bagi lebih dari 4 ribu petani dan tenaga kerja lokal.
Proyek Bioetanol PTPN III
PTPN III (Persero) bersama Pertamina memulai proyek bioetanol di Banyuwangi yang dirancang memiliki kapasitas produksi 100 KLPD (kilo liter per day).