Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Di Depan Prabowo, Menko Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025

Airlangga Hartarto menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen menjadi pertumbuhan tertinggi kedua

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in Di Depan Prabowo, Menko Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
AIRLANGGA PAMER EKONOMI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah India sebesar 7,4 persen, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menko Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah India sebesar 7,4 persen.

Hal itu dia sampaikan di depan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Target Pertumbuhan Ekonomi, DEN Soroti Strategi Penguatan Industri Tembakau

Dalam paparannya, Airlangga menjelaskan bahwa di tengah perlambatan ekonomi global yang cenderung stagnan di kisaran 2,9–3,1 persen berdasarkan proyeksi IMF, World Bank, dan OECD, Indonesia justru mencatatkan kinerja yang relatif kuat.

"Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua Pak, sesudah India yang 7,4 persen," kata Airlangga.

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Capaian ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Konsumsi organisasi/lembaga kemasyarakatan tumbuh 5,13 persen, investasi tumbuh 5,09 persen, belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen dan ekspor tumbuh 7,03 persen.

Airlangga juga menyoroti fenomena “back to back” hari besar keagamaan. Jika pada kuartal IV terdapat momentum Nataru, maka pada kuartal I 2026 akan ada Idul Fitri yang secara historis mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

"Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga serta peningkatan mobilitas akibat dari pada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat dan ini untuk pertama kalinya Q4 2025 dan Q1 2026 back to back Pak," ujar Airlangga.

"Hari besar keagamaannya Karena di Q1 ada idul fitri yang diharapkan dan selama pengalaman kita pada saat terjadi lebaran, pertumbuhan tertinggi juga," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan 4 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun. 

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 4 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan 4 tertinggi pasca pandemi COVID-19," kata Amalia dalam Rilis BPS, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan IV pada tahun 2021 sebesar 5,03 persen, kemudian tahun 2022 turun menjadi 5,01 persen. Lalu di tahun 2023 kembali naik menjadi 5,04 persen dan di tahun 2024 turun menjadi 5,02 persen.

Amalia menyatakan, lapangan usaha memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor tersebut menyumbang 63,09 persen terhadap total PDB nasional.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas