Menuju Swasembada, DME Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Impor LPG
Saat ini, kebutuhan LPG domestik telah menyentuh angka 8 juta ton per tahun, namun lebih dari 75% pasokan masih bergantung pada pasar luar negeri
"Tentunya teknologi yang akan kita pakai akan menentukan output-nya juga kompetitif kita tidak mau nanti output gas-nya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserap oleh pasar," tegasnya.
Meski masih dalam tahap kajian mendalam, Danantara mengisyaratkan adanya akselerasi proyek. Dony menargetkan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengganti LPG ini dapat diumumkan segera.
"Insyaallah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam satu dua bulan ini mengenai ground breaking untuk DME di Bukit Asam, terima kasih," lanjut Dony.
Baca juga: PTBA Tunggu Penugasan Pemerintah Soal Proyek DME Pengganti LPG
Sementara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mematok langkah konkret dalam mendukung hilirisasi batu bara.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, mengatakan perusahaan sudah menyiapkan pasokan batu bara dengan volume 800 juta ton, termasuk salah satunya DME.
"Kami lock 800 juta ton itu di Sumatera Selatan dan di Riau. Ini khusus hilirisasi. Jadi dari sisi suplai bahan baku sudah ready, nih,” kata Turino dalam Hipmi-Danantara Indonesia Business Forum 2025, di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Sejalan dengan instruksi pemerintah, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) resmi menandatangani kerja sama percepatan hilirisasi batu bara menjadi DME, termasuk produk energi alternatif lainnya seperti Synthetic Natural Gas (SNG), dan Methanol pada 9 Januari 2026 lalu.
Melalui kerja sama ini MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Di lain sisi, Pertamina dengan jaringan distribusi yang dimiliki siap menyokong penyaluran hilir dari produk hilirisasi tersebut, sehingga dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan sektor industri di tanah air.