Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Target KTT D-8 Jakarta: QRIS Menembus Pasar Turki dan Mesir

Indonesia siap memanfaatkan keketuaannya di organisasi Developing Eight (D-8) untuk "menginternasionalisasi" sistem pembayaran nasional, QRIS. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Dodi Esvandi
zoom-in Target KTT D-8 Jakarta: QRIS Menembus Pasar Turki dan Mesir
HO/IST
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, menjelaskan mengenai agenda kegiatan KTT D-8 dalam sebuah diskusi di Antara Heritage Center, Jakarta (14/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia memanfaatkan keketuaan di KTT D-8 2026 untuk memperluas jangkauan QRIS, sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan digital global.
  • Mesir dan Turki jadi prioritas ekspansi karena besarnya populasi WNI dan mahasiswa Indonesia di sana, sehingga penggunaan QRIS akan sangat memudahkan transaksi lintas negara.
  • Inisiatif ini bagian dari misi besar Indonesia di KTT D-8 Jakarta untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan memamerkan keberhasilan digitalisasi UMKM.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia siap memanfaatkan keketuaannya di organisasi Developing Eight (D-8) untuk "menginternasionalisasi" sistem pembayaran nasional, QRIS

Langkah ambisius ini bertujuan memperluas aksesibilitas finansial digital Indonesia ke negara-negara anggota D-8, dengan target utama Mesir dan Turki.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, mengungkapkan bahwa momentum KTT D-8 di Jakarta pada April 2026 nanti adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkuat penetrasi teknologi finansialnya.

Dalam diskusi bersama redaksi media di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (14/2/2026), Tri menyebutkan bahwa pemilihan Mesir dan Turki sebagai target ekspansi awal bukan tanpa alasan. 

Faktor populasi WNI yang besar menjadi pertimbangan utama.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjajaki perluasan QRIS di antara negara D-8. Mesir dan Turki punya potensi besar karena banyaknya warga negara kita yang tinggal atau menempuh studi di sana," ujar Tri.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain memudahkan transaksi bagi WNI di luar negeri, langkah ini merupakan strategi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai hub keuangan digital global.

Meski belum menjadi agenda formal tingkat kepala negara, pemerintah akan memulai dengan showcase keberhasilan QRIS sebagai sistem pembayaran yang efisien dan aman. 

“Kita realistis, tidak berharap hasil langsung, tetapi setidaknya ada peta jalan integrasi ekonomi digital,” jelas Tri.

Baca juga: Kemlu Pastikan Ada Sesi Khusus Palestina di KTT D-8 Jakarta

Showcase Kesuksesan UMKM

Perluasan QRIS ini sejalan dengan agenda prioritas keketuaan Indonesia, yakni penguatan konektivitas dan ekonomi digital. 

Pemerintah berencana menjadikan KTT nanti sebagai ajang pamer keberhasilan teknologi ini dalam memberdayakan sektor UMKM.

"Kita akan melakukan showcasing kisah sukses pemanfaatan QRIS bagi dunia usaha. Ini adalah bukti konkret bagaimana digitalisasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Tri.

Tak hanya di sektor finansial, konektivitas ini juga merambah ke sektor transportasi. 

Kementerian Perhubungan dikabarkan tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan mitra-mitra di negara D-8 untuk memperkuat ekosistem kerja sama ini.

Tentang KTT D-8 Jakarta 2026

KTT D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 15 April 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas