Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pekan Besok Hanya 3 Hari Perdagangan, Berikut Pilihan Sahamnya

Aktivitas perdagangan BEI pekan besok hanya berlangsung pada Rabu hingga Jumat (18–20 Februari 2026). 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pekan Besok Hanya 3 Hari Perdagangan, Berikut Pilihan Sahamnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026) IHSG ditutup turun 0,64 persen ke level 8.212,27. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas perdagangan pekan besok hanya berlangsung pada Rabu hingga Jumat (18–20 Februari 2026). 
  • Februari 2026 terdapat momentum Imlek dan awal Ramadan yang diproyeksi menggerakkan konsumsi masyarakat.
  • Secara historis, aktivitas perdagangan selama bulan puasa cenderung bergerak lebih lambat dibanding periode normal.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan kalender libur Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan pekan besok hanya berlangsung pada Rabu hingga Jumat (18–20 Februari 2026). 

Sementara itu, Senin (16/2/2026) ditetapkan sebagai cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Selasa (17/2/2026) merupakan hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai tahun 2026 khususnya kuartal pertama memiliki karakter unik karena dua perayaan besar berlangsung dalam periode yang berdekatan. 

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,64 Persen ke 8.212 Jumat Sore 13 Februari

"Secara katalis, kedua momentum ini adalah motor penggerak konsumsi domestik," kata Liza dikutip dari Kontan, Minggu (15/2/2026).

Diketahui, awal bulan Ramadan 1447 Hijriah pada tahun 2026 diperkirakan paling cepat jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, adanya efek akumulasi permintaan, di mana belanja rumah tangga untuk persiapan Imlek berlanjut langsung ke pola konsumsi Ramadan yang umumnya meningkat.

Sementara itu, Liza menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis konsumsi pada kuartal pertama akan memberikan suntikan ke pasar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, bahkan berpotensi mendekati pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 6 persen.

Liza menambahkan secara historis, aktivitas perdagangan selama bulan puasa cenderung bergerak lebih lambat dibanding periode normal. 

Menurutnya, jam operasional sejumlah perkantoran biasanya juga mengalami penyesuaian meskipun bursa dan perusahaan sekuritas tetap beroperasi seperti biasa. 

Dengan pekan depan yang juga terpotong libur panjang hingga 17 Februari, Liza memperkirakan nilai transaksi akan cenderung menurun dibandingkan pekan ini.

Dus, Liza memprediksi area support Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) berada di level 8.115-8.000 serta resistance di posisi 8.251-8.334.

Liza juga membagikan sejumlah deretan saham yang menarik dicermati untuk tahun 2026, antara lain JPFA, INET, TRIN, ENRG, TLKM RMKE, INKP dan ERAl di target harga masing-masing Rp 3.110, Rp 630, Rp 1.650, Rp 2.000, Rp 4.000, Rp 10.800 dan Rp 540 per saham.

Sementara itu, Liza juga menyarankan untuk mencermati saham perbankan antara lain BMRI dan BTPS dengan target harga masing-masing Rp 5.960 dan Rp 1.635 per saham.

Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyampaikan, tahun 2026 cukup unik lantaran momen Tahun Baru Imlek dan Ramadan saling berdekatan. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas