Libur Imlek Dua Hari Diproyeksi Dongkrak Perputaran Uang hingga Rp 9 Triliun
Sarman Simanjorang memperkirakan perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mengerek konsumsi rumah tangga dan mendorong produktivitas perekonomian.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Sanusi
Dari sisi perjalanan wisata dan ziarah, diperkirakan sekitar 3.369.820 orang bepergian menggunakan pesawat, kereta api dan kendaraan pribadi.
Dengan asumsi belanja rata-rata Rp 500.000 per orang, potensi perputaran uang mencapai sekitar Rp 1,68 triliun.
Transaksi tiket pesawat dari 1.744.820 penumpang dengan asumsi harga rata-rata Rp 1 juta diperkirakan mencapai Rp 1,74 triliun.
Sementara transaksi tiket kereta api reguler dengan potensi 1 juta penumpang dan harga rata-rata Rp 150.000 mencapai sekitar Rp 150 miliar.
Adapun tiket kereta cepat Whoosh dengan 25.000 penumpang dan tarif rata-rata Rp 250.000 diperkirakan menghasilkan transaksi sekitar Rp 6,25 miliar.
Di sektor ritel, mengacu pada data Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), target transaksi perayaan Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri diperkirakan mencapai Rp 53,38 triliun.
Jika selama libur Imlek terjadi sekitar 5 persen dari total target tersebut, maka potensi perputaran uang di sektor ritel mencapai sekitar Rp 2,66 triliun.
Dengan berbagai komponen tersebut, total potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 9,06 triliun.
Angka ini belum termasuk biaya tol, belanja bahan bakar kendaraan pribadi, serta perjalanan menggunakan kapal laut dan penyeberangan.
Sarman menilai, perputaran uang selama perayaan Imlek akan menjadi pendorong konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Momentum ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang ditargetkan di kisaran 5,5 persen.
"Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan dikisaran 5,5 persen. Target ini optimis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri," ucapnya.
Target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen diharapkan menjadi modal kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen.