Menkeu Purbaya Beri Sinyal Harga BBM Bisa Naik Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
Pemerintah, kata dia, secara terbuka mengakui tengah melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap APBN dalam mengantisipasi skenario terburuk
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga minyak dunia ke level 90 hingga 92 dollar AS per barel akan memberikan tekanan pada defisit anggaran negara
- Opsi untuk menaikkan harga BBM tetap terbuka
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi respons terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah dan lonjakan harga minyak mentah dunia akibat perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Pemerintah, kata dia, secara terbuka mengakui tengah melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap APBN dalam mengantisipasi skenario terburuk.
Purbaya mengungkapkan kenaikan harga minyak dunia ke level 90 hingga 92 dollar AS per barel akan memberikan tekanan pada defisit anggaran negara.
Baca juga: Konflik di Timur Tengah, PDIP Keluarkan 5 Instruksi Antisipasi Lonjakan Harga BBM & Pangan di Daerah
"Kita sudah exercise sampai kalau harga 90, naik ke 92 dollar per barel, apa dampaknya ke defisit. Kalau enggak diapa-apain, defisit kita bisa naik ke 3,6 sekian persen dari PDB," ujar Menkeu Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026).
Angka 3,6 persen tersebut menjadi sorotan lantaran secara aturan perundang-undangan kata dia, defisit APBN idealnya dijaga tetap di bawah level 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski begitu, pemerintah kata dia, tidak akan tinggal diam melihat angka defisit yang membengkak. Berbagai langkah penyesuaian akan diambil agar kesehatan fiskal tetap terjaga.
"Biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian sehingga defisit anggaran kita tetap terjaga di bawah 3 persen," ucapnya.
Potensi Harga BBM Naik
Salah satu aspek yang paling krusial yang bisa saja ditempuh oleh pemerintah yakni ada pada nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat masyarakat.
Meski Indonesia memiliki pengalaman menghadapi harga minyak yang jauh lebih tinggi di masa lalu, namun opsi untuk menaikkan harga BBM tetap terbuka.
Aspek tersebut kata dia, akan besar dipengaruhi oleh beban anggaran jika sudah tidak tertahankan dan harga minyak dunia terus melonjak akibat perang tersebut.
Menkeu menyebut istilah "sharing" atau berbagi beban dengan masyarakat sebagai jalan terakhir.
"Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM," tegas Purbaya.
Menurutnya, opsi pahit ini baru akan diambil jika nilai subsidi sudah terlalu tinggi dan kemampuan APBN sudah mencapai batas maksimal.
Kendati begitu, Purbaya meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Ia berkaca pada pengalaman sejarah di mana Indonesia pernah melewati masa-masa yang lebih sulit.
"Kalau harga minyak 90-92 dollar, apakah itu kiamat buat kita? Enggak juga. Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dollar per barel," ungkapnya.