Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Laporan The Economist Sebut RI Lebih Stabil Hadapi Krisis Energi, Pakar: Tapi Masyarakat Harus Bijak

Laporan The Economist menempatkan Indonesia sebagai negara dengan posisi lebih kuat dibanding sejumlah negara lain di kawasan, termasuk Vietnam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Laporan The Economist Sebut RI Lebih Stabil Hadapi Krisis Energi, Pakar: Tapi Masyarakat Harus Bijak
HO/IST
KETAHANAN ENERGI - First Gas In LPG Plant Cilamaya berhasil dicapai pada 15 Maret 2026 dengan memanfaatkan gas dari wilayah Offshore North West Java (ONWJ) sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas nasional. 

 

Ringkasan Berita:
  • Laporan The Economist menilai ketahanan energi Indonesia lebih kuat dibanding Vietnam.
  • Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Hamid Paddu, menegaskan bahwa meski kondisi relatif stabil, masyarakat tetap harus bijak menggunakan energi.
  • Badan Energi Internasional (IEA) juga menyarankan langkah antisipasi seperti menurunkan permintaan energi, bekerja dari rumah, dan beralih ke kompor listrik.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketahanan energi Indonesia belakangan ini mendapat perhatian dari dunia internasional.

Laporan terbaru The Economist menempatkan Indonesia sebagai negara dengan posisi lebih kuat dibanding sejumlah negara lain di kawasan, termasuk Vietnam.

The Economist adalah majalah mingguan internasional yang berbasis di London, Inggris, dan dikenal luas sebagai salah satu publikasi paling berpengaruh di dunia dalam bidang ekonomi, politik, dan hubungan internasional.

The Economist menyajikan analisis mendalam, laporan berbasis data, serta opini editorial mengenai isu-isu global, mulai dari kebijakan ekonomi, geopolitik, teknologi, hingga budaya.

Baca juga: DPR: Percepatan Pengembangan Blok Masela Penting untuk Ketahanan Energi Nasional

Dengan gaya penulisan yang ringkas, tajam, dan berbasis bukti, The Economist sering dijadikan rujukan oleh akademisi, pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis untuk memahami tren serta dinamika global yang sedang berlangsung.

Rekomendasi Untuk Anda

Penilaian The Economist

Laporan terbaru The Economist memang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi yang relatif lebih kuat dibanding Vietnam.

Dalam analisisnya, Indonesia digolongkan ke dalam kategori low exposure, strong buffer, yaitu negara dengan paparan risiko rendah namun memiliki bantalan kebijakan energi yang kokoh.

Hal ini membuat Indonesia dianggap lebih aman dari dampak krisis energi global, terutama di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Penilaian tersebut didasarkan pada kombinasi sumber daya energi domestik yang cukup besar serta kebijakan diversifikasi energi yang dijalankan pemerintah, mulai dari pengembangan energi baru dan terbarukan hingga dorongan penggunaan kendaraan listrik.

Dibandingkan Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global, Indonesia dinilai memiliki skor ketahanan energi lebih tinggi dan posisi strategis yang lebih stabil.

Meski demikian, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Hamid Paddu, mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menggunakan energi, terutama menghadapi potensi dampak geopolitik jangka pendek.

Hamid menilai, laporan tersebut sejalan dengan kondisi nyata di dalam negeri. Indonesia dinilai memiliki stabilitas energi yang relatif aman, sehingga tidak terlalu terpapar risiko besar jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas