Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekonom: Kenaikan Harga BBM Harus Jadi Opsi Terakhir Pemerintah dalam Hadapi Krisis Energi

Beragam upaya yang bisa menyedot penggunaan energi hingga BBM dalam cukup besar seperti halnya perjalanan dinas bisa dibatasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ekonom: Kenaikan Harga BBM Harus Jadi Opsi Terakhir Pemerintah dalam Hadapi Krisis Energi
HO/IST/dok, Pertamina Patra Niaga
KRISIS ENERGI - Pemerintah diminta tempuh segala opsi sebelum akhirnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah potensi krisis energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Kata Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet pemerintah RI bisa melakukan beragam upaya salah satunya mendorong penggunaan transportasi umum. 

Beberapa negara tetangga seperti halnya Singapura, Vietnam, Kamboja hingga Filipina sudah merespons dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dimana, untuk Kamboja sendiri sudah menyesuaikan harga BBM sebesar 10 persen ke angka USD1,05 per liternya. 

Baca juga: Prabowo Terima Ray Dalio di Istana, Bahas Percepatan Investasi Energi dan KEK

Sementara itu seperti Vietnam, kemudian Laos, dan Filipina yang merupakan negara berbasis industri telah menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan di kisaran 6 persen hingga 8 persen. 

Lonjakan di negara-negara ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harian pada Mean of Plot Singapore atau MOPS yang merupakan harga rata-rata produk minyak olahan di pasar-pasar Singapura yang menjadi acuan retail di Asia.

Untuk mengurangi konsumsi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Indonesia belum membuat keputusan kenaikan harga BBM tersebut.

Pemerintah RI dilaporkan hanya tengah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rencananya diberlakukan satu hari dalam sepekan, dengan opsi diperluas ke sektor swasta.

Kebijakan WFH disebut-sebut mampu menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen, meski efektivitasnya masih menjadi perdebatan.

Rekomendasi Untuk Anda

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas