Minim Pengembangan Baru, Kelangkaan Lahan Dongkrak Nilai Properti
Kelangkaan lahan di kawasan Dharmawangsa turut memperkuat posisinya sebagai salah satu area hunian premium yang stabil di Jakarta.
Penulis:
Erik S
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Dharmawangsa menunjukkan karakter properti matang dengan nilai stabil, didukung lingkungan tertata dan komunitas mapan kuat.
- Kelangkaan lahan, proyek baru terbatas, serta ekosistem bisnis alami memperkuat daya tarik investasi jangka panjang kawasan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Di tengah pesatnya perkembangan Jakarta, kawasan Dharmawangsa di Jakarta Selatan menunjukkan karakter bisnis properti yang terbentuk secara organik dan konsisten.
Lingkungan yang tertata, didukung hunian berarsitektur kuat serta komunitas mapan, menjadikan kawasan ini memiliki nilai jangka panjang yang stabil di pasar properti premium.
Director JSI Group sekaligus President Director PT Jantra Swarna Dipta, Chandra Asali, menyebut bahwa perkembangan kawasan ini tidak terlepas dari karakter yang sudah terbentuk sejak lama.
Baca juga: Pasar Properti 2026 di Fase Penyesuaian, Pembeli Makin Rasional Ambil Keputusan
"Dharmawangsa bukan sekadar Lokasi, ia adalah kawasan yang telah matang oleh waktu. Lingkungannya terjaga, rapi, dan terasa established. Arsitektur modern berdampingan dengan rumah-rumah bergaya lama yang masih dipertahankan, menghadirkan karakter yang tidak dibuat-buat," tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Aktivitas ekonomi di wilayah ini juga ditopang oleh komunitas internasional yang telah lama menetap, termasuk berkembangnya kantong komunitas Korea yang turut membentuk ekosistem bisnis lokal.
Beragam usaha seperti restoran, klinik, hingga layanan gaya hidup tumbuh secara alami mengikuti kebutuhan pasar yang spesifik dan berdaya beli tinggi.
Di tengah keterbatasan lahan, pasar properti Dharmawangsa menunjukkan dinamika supply yang semakin terbatas. Hal ini tercermin dari minimnya pengembangan baru dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kelangkaan lahan menjadi faktor utama yang menjaga nilai investasi kawasan tetap kuat.
Salah satu proyek yang kini hadir adalah apartemen Savyavasa yang dikembangkan di salah satu lahan tersisa di kawasan tersebut.
Proyek hasil kolaborasi JSI Group dan Swire Properties ini mengusung pendekatan desain yang selaras dengan identitas kawasan. Dengan komposisi 70 persen ruang terbuka hijau dan 30ngunan, konsep ini mencerminkan fokus pada kenyamanan dan keberlanjutan.
Di sisi lain, kelangkaan lahan di kawasan ini turut memperkuat posisinya sebagai salah satu area hunian premium yang stabil di Jakarta.
Tren ini menunjukkan bahwa bagi sebagian masyarakat urban, kemewahan kini tidak lagi diukur dari kemegahan visual, melainkan dari kualitas hidup yang ditawarkan dalam keseharian.
Baca tanpa iklan