Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ini Langkah Emiten Latinusa Hadapi Dinamika Industri Baja

Latinusa atau NIKL juga berupaya menjaga stabilitas kinerja melalui pengelolaan risiko nilai tukar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ini Langkah Emiten Latinusa Hadapi Dinamika Industri Baja
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG - Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Emiten Latinusa atau NIKL berupaya menjaga stabilitas kinerja melalui pengelolaan risiko nilai tukar. 
Ringkasan Berita:
  • Latinusa tingkatkan efisiensi dari hulu ke hilir untuk hadapi tingginya produk impor.
  • Perusahaan juga kelola risiko nilai tukar karena bahan baku masih didominasi impor.
  • Kinerja awal 2026 membaik, didukung peluang dari kenaikan biaya logistik global.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten produsen tinplate (pelat timah), PT Latinusa Tbk (NIKL) melakukan peningkatan efisiensi dan daya saing harga di tengah dinamika industri baja domestik.

Direktur Utama Latinusa Jetrinaldi mengatakan, produk impor yang masih tinggi dilakukan antisipasi melalui penyesuaian strategi operasional.

“Optimalisasi biaya dilakukan dari hulu hingga hilir. Langkah ini mencakup pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian beban keuangan ” ujar Jetrinaldi dikutip dari Kontan, Rabu (8/4/2026). 

Baca juga: Kemenperin: Kinerja Industri Alat Transportasi Lagi Kinclong

Menurutnya, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil pada kinerja awal 2026. 

Ia menyebut, pencapaian kuartal pertama relatif lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Selain efisiensi, NIKL juga berupaya menjaga stabilitas kinerja melalui pengelolaan risiko nilai tukar. Hal tersebut, menjadi penting mengingat struktur biaya masih didominasi oleh bahan baku impor.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami berupaya untuk menekan beban bunga sehingga kami yakin mestinya bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Jetrinaldi. 

Di sisi eksternal, manajemen NIKL melihat adanya peluang dari perubahan kondisi global. Kenaikan biaya logistik dinilai dapat menekan daya saing produk impor di pasar domestik.

Dengan kombinasi strategi tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja tetap stabil sepanjang 2026. 

"Target penjualan kami di tahun 2026 secara nilai, lebih kurang 160 juta dolar AS. Sementara itu, target laba (bersih) lebih kurang 3 juta dolar AS," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Hadapi Dinamika Industri, Latinusa (NIKL) Andalkan Efisiensi di 2026

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas