Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dirut Bulog: Arahan Presiden Prabowo, Tak Ada Kenaikan Harga Beras Meski Harga Plastik Melonjak

Bulog berupaya tekan biaya kemasan lewat koordinasi dengan Kemenperin agar tetap terjangkau.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dirut Bulog: Arahan Presiden Prabowo, Tak Ada Kenaikan Harga Beras Meski Harga Plastik Melonjak
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
HARGA BERAS STABIL - Direktur Utama PT Perum Bulog Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani saat jumpa pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Rizal tegaskan kenaikan harga plastik tidak akan pengaruhi harga beras di pasaran. 

Ringkasan Berita:
  • Bulog memastikan harga beras tidak naik meski harga plastik melonjak hingga 70 persen.
  • Kepastian ini sesuai arahan Presiden dan didukung stok beras nasional 4,7 juta ton.
  • Bulog berupaya tekan biaya kemasan lewat koordinasi dengan Kemenperin agar tetap terjangkau.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan tidak ada kenaikan harga pangan khususnya beras imbas dari meroketnya harga plastik di pasaran.

Kata Rizal, hal itu sebagaimana arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat kabinet di istana beberapa hari lalu.

"Jadi sesuai dengan arahan Bapak Presiden jadi sudah ditentukan pada saat beliau mengambil rapat di istana kemarin tidak ada kenaikan harga pangan termasuk harga beras jadi tidak ada kenaikan harga pangan maupun harga beras," kata Rizal saat jumpa pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Stok Beras Nasional Hampir 5 Juta Ton, Menteri Pertanian: Kita Tak Perlu Impor

Rizal mengakui, kenaikan harga plastik yang melonjak cukup tinggi memang telah menjadi persoalan di industri pangan.

Namun dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menyikapi kenaikan harga plastik tersebut secara bijak terhadap komoditas pangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasalnya, banyak produksi pangan seperti halnya beras yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat dikemas dengan menggunakan plastik.

"Kami juga sudah berkoordinasi juga kepada Kementerian Perindustrian supaya kami juga diberikan keringanan-keringanan karena yang kita kemas ini kan banyak produk-produk untuk masyarakat, bantuan-bantuan pangan, beras SPHP dan lain sebagainya," kata dia.

Sehingga dipastikan oleh Rizal, harga kemasan untuk produk pangan tetap terjangkau, namun tidak mengurangi kualitas dari kemasan itu sendiri.

Rizal menyebut, pihaknya terus berupaya agar pengemasan terhadap produk pangan seperti beras akan terus ditekan agar biayanya tetap rendah.

"Jadi kami kemarin sudah rapat direksi jadi HPS-nya disesuaikan dengan kondisi seperti itu namun dengan harga yang betul-betul, yang seminimal mungkin, untuk menekan supaya kosnya tidak terlalu tinggi seperti itu," ucap dia.

Tidak adanya kenaikan harga beras juga dipastikan Rizal karena adanya faktor terhadap stok beras pada tahun ini.

Dimana dia menyatakan, stok beras secara nasional dalam kondisi sangat aman yakni mencapai 4,7 juta ton per hari ini.

Sehingga dia meyakini, tidak ada alasan lain bagi produsen atau distributor untuk menaikkan harga beras meski di tengah gempuran meroketnya harga plastik.

"Yang mana kita ketahui bersama bahwa beras kita dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya jadi kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan, khususnya beras untuk masyarakat Indonesia," tukas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas