Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Plastik Meroket dan Langka, Pengusaha Khawatir Kondisi Ekonomi RI: Ini Bisa Celaka

Apindo menyampaikan kenaikan harga plastik akan menimbulkan adanya kemungkinan merosotnya tingkat produksi terhadap segala sektor.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga Plastik Meroket dan Langka, Pengusaha Khawatir Kondisi Ekonomi RI: Ini Bisa Celaka
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
HARGA PLASTIK - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam. Ia menyebut kenaikan harga bahan plastik itu cepat atau lambat pasti akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tanah air. 

Ringkasan Berita:
  • APINDO khawatir kenaikan harga plastik berdampak ke ekonomi dan industri.
  • Plastik yang mahal dan langka berpotensi menekan produksi berbagai sektor.
  • Gejolak global dan gangguan supply chain memperparah kondisi dunia usaha.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyatakan kekhawatirannya akibat harga bahan baku plastik yang kian meroket hingga hari ini.

Kata Ketua Bidang Ketenegakerjaan APINDO Bob Azam, kenaikan harga bahan plastik itu cepat atau lambat pasti akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tanah air.

"Kalau hubungan industrial kita enggak kuat, ini bisa celaka ini kita menghadapi situasi ekonomi yang bener-bener sangat berat," kata Azam saat rapat panitia kerja (panja) membahas revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketenagakerjaan, di Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Dirut Bulog: Arahan Presiden Prabowo, Tak Ada Kenaikan Harga Beras Meski Harga Plastik Melonjak

Dirinya bahkan mengaku, kenaikan harga plastik itu akan menimbulkan adanya kemungkinan merosotnya tingkat produksi terhadap segala sektor.

Pasalnya, setiap industri kata Azam, sangat berpengaruh terhadap penggunaan plastik.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya itu, kondisi gejolak geopolitk di Timur Tengah juga menjadi faktor berpengaruh terhadap produksi industri di tanah air.

"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga ancaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, kita enggak tahu nih, April atau Mei kita masih bisa berproduksi apa enggak gitu. Ini situasi yang kita hadapi saat ini," kata dia.

"Sebagai contoh, bahan baku plastik itu sudah enggak ada. Sudah langka bahkan. Padahal yang namanya makanan, minuman itu pakai plastik gitu," sambung dia.

Atas hal itu, seluruh stakeholder baik pemerintah, pengusaha, legislator hingga tenaga kerja harus berkolaborasi menyikapi kondisi sulit tersebut.

"Tetapi dengan kita berkomunikasi langsung, mudah-mudahan ya secara hati kita dekat. Jadi masalah teknis kalau hatinya udah dekat, akan lebih mudah untuk diselesaikan," tukas dia.

Harga Plastik Naik 70 Persen

Kenaikan harga plastik baik untuk kategori kiloan, kresek hingga plastik olahan seperti thinwall hingga mika untuk makanan mulai dikeluhkan oleh sebagian besar pedagang.

Beberapa pedagang yang ditemui di daerah Pasar Baung, Lenteng Agung, Jakarta Selatan membeberkan soal range kenaikan harga plastik saat ini.

Sahrul (30) mengaku, kenaikan harga plastik pasca lebaran IdulFitri sudah mencapai hampir 70 persen dari harga jual sebelum lebaran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas