Penurunan TKD Jadi Momentum Penguatan Peran BPD di Daerah
Penurunan TKD jadi momentum BPD perkuat kolaborasi dan kontribusi untuk pembangunan ekonomi daerah.
Editor:
Andra Kusuma
“Kami tidak meminta pelonggaran, tetapi pendekatan yang lebih presisi berbasis risiko dalam pembiayaan sektor publik daerah,” jelasnya.
Agus juga menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan.
Baca juga: Sinergi 27 BPD Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah Berkelanjutan
“Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh APBD, tetapi oleh seberapa kuat BPD mampu mengorkestrasi arus dana dan menggerakkan ekonomi di daerahnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menilai penurunan TKD sebagai momentum bagi BPD untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia menyebut tren penurunan TKD telah terjadi sejak 2020 dan berlanjut hingga 2026, baik dari sisi persentase maupun nominal.
“BPD harus mampu membantu pemerintah daerah mengantisipasi penurunan TKD tanpa menghambat program prioritas pelayanan publik,” tegasnya.
Bambang juga mendorong peningkatan kolaborasi antar-BPD, termasuk melalui skema sindikasi pembiayaan untuk proyek strategis.
“Jika kita bersatu, tidak ada proyek infrastruktur strategis daerah yang tidak bisa kita biayai bersama,” ujarnya.
Ia berharap forum ini mampu melahirkan solusi konkret sekaligus memperkuat kontribusi BPD dalam pembangunan nasional.
“Kolaborasi yang kuat akan membuat BPD semakin berperan dalam pembangunan negeri,” pungkasnya.
Adapun narasumber dalam seminar ini antara lain Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Adriyanto, dengan materi “Delapan Program Prioritas Nasional dan Evaluasi Kinerja Daerah Terkait Program Prioritas”; Siti Chomzah selaku Kepala Subdirektorat Pembiayaan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang membahas “Pengalihan TKD ke Belanja Pusat untuk Program Prioritas agar Efektif dan Berdampak”; serta Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, Eko B. Supriyanto, yang menyampaikan perspektif “Mengatur Ulang Kehati-hatian: BPD, BMPK, dan Dilema Fiskal Daerah”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Undian Tabungan Simpeda Nasional Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026 yang diawali dengan penyegelan alat undian, serta gala dinner dan expo di Surakarta.
Puncak undian Tabungan Simpeda dengan total hadiah Rp3 miliar dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/4) malam di Ballroom Utama Hotel Alila Surakarta, yang akan dimeriahkan penampilan Ari Lasso dan Maliq & D’Essentials. (*)
Baca tanpa iklan