Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat Ekonomi: Koperasi Desa Harus Bisa Dekatkan Masyarakat dengan Pasar

Ekonom mengkritik program Koperasi Merah Putih yang sekarang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena dinilai terlalu top down.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengamat Ekonomi: Koperasi Desa Harus Bisa Dekatkan Masyarakat dengan Pasar
HO/IST/dok.
KRITIK KOPERASI MERAH PUTIH - Ekonom Nailul Huda mengkritik program Koperasi Merah Putih yang sekarang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena dinilai terlalu top down. Koperasi seharusnya dibentuk dengan melibatkan masyarakat sendiri, antara anggota dengan anggota, tidak dijalankan berdasar program pemerintah pusat saja. 

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa dan kampung nelayan.

Pemerintah menargetkan pembentukan koperasi di 70–80 ribu desa dengan rekrutmen besar-besaran manajer profesional (30–35 ribu orang) untuk mengelola koperasi secara modern.

Gambaran Program Koperasi Merah Putih

Tujuan utama: Menghidupkan kembali peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.
Skala program: Akan dibentuk di 70.000–80.000 desa di seluruh Indonesia.
Fokus sektor: Desa pertanian, desa pesisir, dan kampung nelayan.
Manfaat: Memberikan akses permodalan, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperkuat ketahanan pangan.

Rekrutmen Manajer Koperasi

Jumlah lowongan: 30.000–35.000 manajer koperasi desa.
Kualifikasi: Lulusan D3 hingga S1 dari berbagai jurusan.
Status kerja: Akan diangkat sebagai pegawai BUMN untuk menjamin profesionalisme dan keberlanjutan.
Periode pendaftaran: 15–24 April 2026.
Peran manajer: Mengelola koperasi secara modern, memastikan tata kelola baik, dan menghindari kegagalan koperasi seperti di masa lalu.

Tantangan di Lapangan

Rekomendasi Untuk Anda

Kendala lahan: Banyak desa belum memiliki gedung koperasi karena masalah lahan, seperti di Subang, Jawa Barat.
Variasi progres: Ada desa yang sudah membangun gedung, namun ratusan lainnya masih tertunda.
Risiko: Jika manajemen tidak profesional, program bisa gagal dan berdampak besar pada ekonomi desa.

 

 

Caption: KOPERASI DESA - Pengamat Ekonomi Nailul Huda. Nailul Huda memberikan catatan terhadap program Koperasi Desa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas