Penyebab IHSG Hari Ini Ditutup Ambruk 2,86 Persen ke Level 6.969
Seluruh perusahaan logam berkaitan dengan nikel, timah, tembaga, emas, dan perak diperkirakan menghadapi tekanan akibat kenaikan tarif royalti.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- IHSG ditutup anjlok 2,86 persen ke level 6.969 pada perdagangan Jumat (8/5/2026) dengan saham tambang menjadi penekan utama pasar.
- Pelemahan dipicu uji publik kenaikan tarif royalti progresif untuk komoditas nikel, timah, tembaga, emas, dan perak.
- Sentimen negatif juga datang dari turunnya cadangan devisa dan potensi arus keluar dana akibat penyesuaian indeks MSCI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (8/5/2026), ditutup ambruk 2,86 persen atau 204,92 poin ke level 6.969,39.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.969 hingga 7.186.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 55,96 miliar dengan nilai transaksi Rp 35,88 triliun.
Top losers di LQ45:
1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 13,89 persen ke Rp 5.425 per saham
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 13,12 miliar
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 11,45 miliar
Top gainers di LQ45:
1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 12,36% ke Rp 1.455 per saham
2. PT Indosat Tbk (ISAT) 4,19% ke Rp 2240 per saham
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2,22% ke Rp 920 per saham
Faktor IHSG Tertekan
Managing Director Research and Digital Production PT Samuel Sekuritas Indonesia , Harry Su menyampaikan, pada sesi kedua perdagangan hari ini, IHSG turun tajam setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar uji publik terkait skema tarif royalti progresif baru.
"Seluruh perusahaan logam yang berkaitan dengan nikel, timah, tembaga, emas, dan perak diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat kenaikan tarif royalti tersebut," papar Harry dalam risetnya.
Harry pun mengambil contoh emiten yang terdampak kebijakan Kementerian ESDM.
Baca tanpa iklan