Danantara Pertimbangkan Tambah Kepemilikan Saham di GoTo
Danantara akan menambah kepemilikan di GoTo dan menghitung beragam skema termasuk perkembangan investasi di perusahaan tersebut.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Danantara berkepentingan menambah kepemilikan di GoTo dalam waktu dekat dan menghitung beragam skema termasuk perkembangan investasi di perusahaan tersebut.
- Prabowo menyatakan pemerintah akan melakukan intervensi terhadap kebijakan aplikator seperti Gojek, Grab, Shopee, dan lainnya melalui kepemilikan saham.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah mempertimbangkan untuk menambah kepemilikan saham di PT GoTo (Gojek Tokopedia).
Pernyataan itu disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir dan CEO Danantara Rosan Roeslani sudah membuka perbincangan terkait hal tersebut.
"Baru kan kita udah ngikutin pembicaraannya Pak Rosan kan minggu lalu. Kita udah masuk juga," kata Pandu saat ditemui awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Sudirman, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Per Mei 2026, kepemilikan saham Danantara di GoTo masih di bawah 1 persen. Pandu menyatakan, pihaknya masih menghitung beragam skema termasuk perkembangan investasi di perusahaan tersebut.
"Nanti kita liat lah bagaimana perkembangannya investasi. Karena kita ngeliatnya kan secara fundamental aja," kata dia.
Pandu belum bisa memastikan berapa besar nantinya Danantara akan mengambil alih sahma milik GoTo. Perusahan pastinya ingin mendapatkan keuntungan dari seluruh lini bisnis yang dimiliki.
"Dari sisi investment. Kita ingin untung, belum kita pertimbangkan berapa levelnya. Tapi kita akan liat lah nanti situasinya," tandas dia.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan update terkini soal tuntutan para driver ojek online (ojol) soal pengurangan potongan penghasilan dari 20 persen menjadi 10 persen.
Baca juga: Komisi VI DPR Berencana Panggil Danantara Soal Kabar Akuisisi GOTO
Dia bilang, Presiden RI Prabowo Subianto akan mengabulkan tuntutan para driver ojol tersebut berdasar pertemuannya dengan Prabowo pada Selasa (28/4/2026).
"Presiden akan memutuskan bahwa harapan kawan-kawan ojol mengenai pemotongan tarif 10 persen bukan lagi 20% akan dijalankan oleh negara," kata Said Iqbal dalam jumpa pers jelang perayaan May Day secara daring, Rabu (29/4/2026).
"Ini bukan lagi sebuah utopia atau mimpi, tapi akan segera direalisasikan," sambung dia.
Dalam pertemuan itu Prabowo menyatakan pemerintah akan melakukan intervensi terhadap kebijakan aplikator seperti Gojek, Grab, Shopee, dan lainnya dengan mengambil kepemilikan saham aplikator seperti yang sudah berjalan di GoTo oleh BP Danantara.
Baca juga: GoTo Lampaui Target EBITDA 2025, Bidik Pertumbuhan Hingga Rp 3,4 Triliun Tahun Ini
Dengan kepemilikan tersebut, pemerintah melalui Danantara memiliki kekuatan untuk mengintervensi kebijakan yang selama ini memberatkan para pengemudi.
"Dengan ikut sertanya pemerintah dalam kepemilikan aplikasi ojek online, baik roda dua maupun roda empat maka Danantara sebagai kepanjangan tangan pemerintah akan bisa mengintervensi kebijakan aplikator," tegas dia.
Baca tanpa iklan