Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Dibayangi Pengumuman MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing Keluar

IHSG ditutup turun 63,775 poin atau melemah 0,92 persen ke level 6.905,620 pada perdagangan Senin (11/5/2026). 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IHSG Dibayangi Pengumuman MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing Keluar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG - Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG ditutup turun 63,775 poin atau melemah 0,92 persen ke level 6.905,620 pada perdagangan Senin (11/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • IHSG dibayangi hasil review indeks MSCI yang berpotensi memicu arus modal asing keluar.
  • Pasar khawatir saham big cap seperti BREN dan DSSA terdampak aturan High Shareholder Concentration.
  • Investor asing mencatat net sell Rp659 miliar, sementara konflik AS-Iran turut menekan sentimen pasar.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (12/5/2026) dibayangi pengumuman hasil review indeks MSCI yang diumumkan hari ini.

Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) digunakan sebagai kompas oleh manajer dana asing untuk alokasi investasi global.

Senior Technical Analyst, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham big cap, seperti BREN dan DSSA pada pengumuman sebelumnya, karena kebijakan High Shareholder Concentration (HSC).

Baca juga: Analis Bank Mandiri Proyeksikan IHSG 9.050 di Tengah Tekanan Harga Energi

"Fokus utama pasar pada hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI," papar Nafan dikutip Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, spekulasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran modal keluar asing yang signifikan. 

Di sisi lain, kata Nafan, terjadi kemunduran diplomatik baru antara Washington dan Teheran, dimana pada 11 Mei 2026, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke Tiongkok.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk sentimen positif, penguatan sektor teknologi dan optimisme terhadap kinerja emiten AI di AS memberikan risk-on sentiment yang positif bagi pasar ekuitas global, termasuk ke bursa emerging markets.

Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di atas level 100, dan pertumbuhan penjualan mobil secara tahunan, serta penundaan rencana kenaikan royalti minerba, tentunya cukup dapat memberikan bantalan positif bagi market.

Nafan menyampaikan, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support 6.847 dan 6.715, kemudian resistance di level 7.014 dan 7.119.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 63,775 poin atau melemah 0,92 persen ke level 6.905,620 pada perdagangan Senin (11/5/2026). 

Investor asing melakukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 659 miliar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar atau mencapai Rp 335 miliar.

Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat net sell Rp 116 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 90 miliar.

Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 60 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 42 miliar.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas