Pedagang Pasar Menjerit, Stok Minyakita Langka Sejak 2-3 Bulan Ini
Pedagang sembako di Pasar Ulujami Jakarta Selatan mengatakan sudah tidak menjual Minyakita sejak 3 bulan ini.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pedagang di pasar mengeluh sudah dua bulan lebih stok minyak goreng Minyakita langka.
- Ketika Minyakita menghilang dari pasaran, minyak goreng merek lain bermunculan dengan harga di atas Rp20 ribu per liter.
- Pedagang sembako di Pasar Ulujami Jakarta Selatan mengatakan sudah tidak menjual Minyakita sejak 3 bulan ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pedagang di pasar mengeluh sudah dua bulan lebih stok minyak goreng Minyakita langka dan memaksa mereka tidak lagi menjualnya.
Pantauan wartawan Tribunnews, Reza Deni, di Pasar Kebayoran Lama dan Ulujami, sejumlah pedagang di pasar tersebut menjual mereka lain.
"Yang ini mirip Minyakita," kata Eka (25), penjual sembako di Pasar Kebayoran Lama, seraya menunjuk ke arah minyak merek Trobos, Selasa (13/5/2026).
Dia mengatakan ketika Minyakita menghilang dari pasaran, minyak goreng merek lain bermunculan dengan harga di atas Rp20 ribu per liter. "Ada yang ukuran kemasan 800 ml dan 1 liter. Itu di Rp22 ribu," kata dia.
Pedagang sembako di Pasar Ulujami, Warliyah (46), juga mengatakan hal serupa. Minyakita memang sudah sekitar 3 bulan lebih tak dijualnya.
"Kalau di sini kan memang kami sudah cari di beberapa agenlah ya, itu kosong," kata dia. Meski tak memahami kualitas sejumlah minyak goreng merek baru pengganti Minyakita, dia mengatakan hal tersebut tampak sama saja.
Dari sisi pembeli sekaligus pengguna minyak goreng, kelangkaan Minyakita di pasar awalnya memang membuat mereka kesulitan.
Baca juga: Stok Minyakita Langka di Pasaran, Bulog Klaim Sudah Salurkan Seluruhnya
Susmuliawati (45) pedagang pecel ayam dan lele di sekitar Kebayoran, bercerita bagaimana dia harus mencari hingga ke pasar-pasar sekitar Kebayoran, seperti Petukangan, Ulujami, bahkan hingga Ciledug di Tangerang.
"Karena memang harganya di bawah minyak mereka lain kan, kalau enggak salah Rp18.500. Kalau minyak lain kan Rp22 ribu. Jadi lumayan juga," kata dia.
Sebelumnya, Perum Bulog mengklaim sudah menyalurkan Minyakita ke berbagai pedagang tradisional di seluruh Indonesia, menanggapi keluhan langkanya pasokan minyak goreng Minyakita di pasaran belakangan ini.
Direktur Utama PT Perum Bulog Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, jika didasarkan pada data yang dimiliki Bulog penyaluran Minyakita yang menjadi alokasi penugasan Bulog sudah dalam kondisi aman.
Baca juga: Stok Minyakita Tiba di Papua 2 Hari Lagi, Harga di Jawa Timur Meroket
Bulog mendapat penugasan 35 persen dari total penyaluran Minyakita secara nasional berdasarkan Domestic Market Obligation (DMO).
"Nah, di situ ada aplikasi Minyakita dan sudah hijau semua, Alhamdulillah, sejak minggu yang lalu. Jadi sudah upaya Bulog yang DMO yang diberikan kepada Bulog lebih kurang 35 persen tersebut sudah tersalurkan semaksimal mungkin kepada seluruh pasar-pasar SP2KP maupun pasar-pasar tradisional," kata Rizal di kantor pusat Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Kata dia, Bulog menyalurkan Minyakita ke seluruh pasar tradisional di Indonesia. Dari data yang dia miliki, aokasi Minyakitan ke seluruh pasar dipastikan sudah tersalurkan dengan baik jika mengacu pada kode hijau pada aplikasi.
Baca tanpa iklan