Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan

Bagi Mas Heri, KUR bukan sesuatu yang asing. Sudah beberapa kali memanfaatkan program pembiayaan tersebut untuk menopang usahanya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
BERTAHAN - Heriyanto, berdiri di depan lapak Tahu Kupat Pak Har di Shelter Kuliner Manahan Solo. Pedagang tahu kupat asal Sragen ini telah melewati masa-masa sulit, mulai dai pandemi Covid-19 hingga relokasi pasar membuatnya jatuh bangun bertahan. 

Dihubungi terpisah, Ekonom Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Mulyanto, menilai kemajuan UMKM Solo tidak lepas dari sinergi dengan lembaga keuangan dan adaptasi terhadap digitalisasi.

“UMKM perlu menekan biaya agar harga jual bisa bersaing. Salah satunya dengan mengurangi biaya transaksi, seperti melalui QRIS,” jelasnya.

Menurutnya, ekosistem ini memberikan keuntungan ganda, yaitu mengurangi beban biaya, dan memperluas akses pasar.

“Kalau biaya produksi bisa ditekan, maka harga jual bisa lebih murah dan produk jadi lebih laku,” ujar Mulyanto.

(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas