Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan
Bagi Mas Heri, KUR bukan sesuatu yang asing. Sudah beberapa kali memanfaatkan program pembiayaan tersebut untuk menopang usahanya
Tayang:
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Sri Juliati
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
BERTAHAN - Heriyanto, berdiri di depan lapak Tahu Kupat Pak Har di Shelter Kuliner Manahan Solo. Pedagang tahu kupat asal Sragen ini telah melewati masa-masa sulit, mulai dai pandemi Covid-19 hingga relokasi pasar membuatnya jatuh bangun bertahan.
Dihubungi terpisah, Ekonom Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Mulyanto, menilai kemajuan UMKM Solo tidak lepas dari sinergi dengan lembaga keuangan dan adaptasi terhadap digitalisasi.
“UMKM perlu menekan biaya agar harga jual bisa bersaing. Salah satunya dengan mengurangi biaya transaksi, seperti melalui QRIS,” jelasnya.
Menurutnya, ekosistem ini memberikan keuntungan ganda, yaitu mengurangi beban biaya, dan memperluas akses pasar.
“Kalau biaya produksi bisa ditekan, maka harga jual bisa lebih murah dan produk jadi lebih laku,” ujar Mulyanto.
(*)
Berita Populer
Berita Terkini