Menteri Bahlil Dorong Equal Treatment di Sektor Migas, Perizinan Diminta Dipercepat
Bahlil menegaskan akan menerapkan prinsip equal treatment kepada seluruh pihak dalam pengelolaan sektor hulu migas
Editor:
Content Writer
Menurutnya, seluruh usulan kuota ekspor yang telah diajukan sudah mendapatkan persetujuan pemerintah.
"2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran lagi," jelas Bahlil.
Dalam agenda IPA Convex 2026 tersebut, Bahlil turut menyaksikan penandatanganan delapan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (WK) Migas hasil lelang 2025, yakni WK Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.
Selain itu, pemerintah juga mengumumkan terdapat 118 area potensial blok migas baru yang akan dikembangkan.
Jumlah tersebut terdiri atas 25 area yang telah ditandatangani, 43 area yang sedang menjalani studi bersama, serta 50 area lainnya yang berpotensi masuk tahap penawaran, studi, maupun akuisisi data baru.