Dolar AS Menguat, Harga Suku Cadang Otomotif Sesuaikan 10-20 Persen
Jenis suku cadang yang permintaannya tinggi antara lain, kampas rem, komponen kaki kaki, ball joint, tierod, gasket, cylinder head dan lain-lain.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Banyaknya merek baru di pasar otomotif roda empat di Indonesia ikut mendorong naiknya permintaan suku cadang kendaraan aftermarket.
- Jenis suku cadang fast moving yang permintaannya tinggi antara lain, kampas rem, komponen kaki kaki, ball joint, tierod, gasket, cylinder head dan lain-lain.
- Bisnis suku cadang kendaraan menghadapi tantangan peredaran produk palsu yang harganya bisa dijual 50 persen lebih murah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya merek baru di pasar otomotif roda empat di Indonesia ikut mendorong naiknya permintaan suku cadang kendaraan aftermarket.
Tren tersebut diakui Koko Chandra, owner PT Oto Citra Sentosa, perusahaan distributor suku cadang kendaraan roda empat berbagai merek di Indonesia saat ditemui Tribunnews di gelaran pameran INAPA 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Koko Chandra mengatakan, pihaknya terus memasok beragam suku cadang terutama suku cadang jenis fast moving melalui jaringan bengkel resmi, parts shiop, perusahaan pemilik fleet di industri transportasi, asuransi hingga konsumen ritel.
Baca juga: Rupiah Melemah Disebut Strategi Negara Maju, Rhenald Kasali: Itu Salah Kaprah Ekonomi
Jenis suku cadang fast moving yang permintaannya tinggi antara lain, kampas rem, komponen kaki kaki, ball joint, tierod, gasket, cylinder head dan lain-lain.
"Kita banyak pasok juga ke konsumen fleet seperti ke perusahaan rental kendaraan, industri tambang, serta perusahaaan logistik. Saat ini penjualan terbesar dari parts shop," ungkap Koko Chandra.
Dia menambahkan, selain komponen fast moving pihaknya juga memasok komponen mesin, body parts, komponen lain untuk berbagai kendaraan mereka Jepang seperti Toyota Suzuki Honda Daihatsu, Mitsubishi dan lain lain, serta parts untuk merek Korea seperti Hyundai KIA.
"Kita memasok juga produk original equipment manufacturer (OEM) dan genuine parts serta wholesale supply," sebutnya.
Dolar Naik Harga Suku Cadang Ikut Terkerek
Menanggapi tren pelemahan rupiah saat ini terhadap dolar AS, Koko Chandra mengatakan, hal tersebut juga berdampak langsung pada perkembangkan harga parts yang dipasarkan.
"Kalau dolar AS naik, harga suku cadang kita juga mengalami penyesuaian, rata rata 10 sampai 20 persen," sebutnya.
Dia menambahkan, salah satu tantangan utama di bisnis suku cadang adalah mengantisipasi peredaran produk palsu.
"Produk palsu masih kita temukan banyak beredar. Cara membedakannya dengan yang asli bisa dari kualitas produk, kualitas kemasan, bisa juga dari bobot suku cadang," sebutnya.
"Produk suku cadang palsu malah ada yang finishing-nya lebih bagus tapi harga jualnya bisa lebih murah hingga 50 persen dari yang asli," sebutnya.
Dia menegaskan, peredaran suku cadang palsu merusak reputasi brand mobil. "Kalau dapatkan suku cadang yang harganya murah patut dicurigai," dia mengingatkan.
Selain menggarap pasar spare parts di dalam negeri pihaknya juga mengekspor suku cadang kendaraan ke sejumlah negara melalui bendera PT Nusantara global Autoparts. Oto Citra Sentosa sendiri berkiprah di bisnis suku cadang kendaraan sejak 2002.