Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sinyal Menyala Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta Terjadi, Begini Tanggapan Menhub

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan, investigasi kecelakaan kereta masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Sinyal Menyala Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta Terjadi, Begini Tanggapan Menhub
Tribunnews.com/Reynas Abdila
INVESTIGASI KECELAKAAN KERETA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri agenda Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di PTIK Jakarta, Jumat (22/5/2026). (Tribunnews/Reynas) 

Ringkasan Berita:
  • Jeda waktu antara kecelakaan awal KRL Commuter Line dengan taksi online di perlintasan sebidang hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi hanya 3,43 menit.
  • KA 5568A KRL Commuter LIne sempat bergerak sejauh 1,69 meter untuk meninggalkan Stasiun Bekasi Timur sebelum kembali berhenti karena masinis melihat kerumunan warga di jalur hulu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menanggapi temuan KNKT tentang sinyal warna hijau beberapa menit sebelum terjadi kecelakaan kereta terjadi di perlintasan kereta menjelang Stasiun Bekasi Timur.

Menurutnya, investigasi kecelakaan kereta masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk hasil dan investigasinya kita serahkan kepada KNKT kemudian karena ada korban jiwa, kepolisian juga sudah melakukan penyidikan, nah itu kami juga serahkan ke kepolisian untuk penyidikannya,” kata Dudy usai menghadiri agenda Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di PTIK Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan proses pendalaman masih berjalan karena terdapat sejumlah hal yang harus diteliti.

Sebelumnya, KNKT mengungkap jeda waktu antara kecelakaan awal KRL Commuter Line yang tertemper taksi di perlintasan sebidang hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL yang hanya sekitar 3 menit 43 detik.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama , Kamis (21/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

“Jadi 20.52.12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik,” ujar Soerjanto.

KNKT memaparkan kronologi awal kecelakaan. Pada pukul 20.48.13 WIB, KA 5568A Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur hingga 20.48.29 WIB.

Baca juga: Masinis Argo Bromo Anggrek Diperintahkan Rem Dikit-dikit, 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL di Bekasi Timur

Di waktu hampir bersamaan, tepat pukul 20.48.29 WIB, terjadi tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan sebuah taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir.

Usai proses naik turun penumpang, KA 5568A sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti karena masinis melihat kerumunan warga di jalur hulu.

“KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu,” kata Soerjanto.

Sementara itu, KA Argo Bromo Anggrek mulai melintas di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal keluar beraspek hijau.

Baca juga: Menhub Dudy: Investigasi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek Masih Berlangsung

Kemudian pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KA Commuter Line yang masih berada di jalur Stasiun Bekasi Timur.

Ketua sempat mempertanyakan kondisi sinyal yang tetap hijau meski terdapat rangkaian kereta di depan jalur. “Seharusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle,” kata Lasarus dalam rapat.

Namun, KNKT menegaskan paparan yang disampaikan masih berupa data faktual awal dan belum memuat analisis maupun kesimpulan penyebab kecelakaan.

Menurut Soerjanto, investigasi KNKT dilakukan dengan prinsip “no blame, no judicial, dan no liability”, yakni tidak bertujuan mencari kesalahan, memberikan hukuman, maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kerugian akibat kecelakaan tersebut.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas