Menhub: 5 Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Masih Dirawat
Menteri Perhubungan mengatakan hingga kini masih ada lima korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjalani perawatan intensif di RS
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan kereta di Bekasi Timur mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korban masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing
- Penyebab kecelakaan saat ini masih dilakukan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
- Keselamatan dan pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menangani dampak insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan hingga kini masih ada lima korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Dudy dalam rapat evaluasi bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
"Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Dudy.
Terkait penyebab kecelakaan, kata Dudy, saat ini masih dilakukan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kementerian Perhubungan mendukung penuh pelaksanaan investigasi yang dilakukan secara independen, profesional, dan transparan guna mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh.
“Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang sampai saat ini masih berlangsung oleh KNKT dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, dan transparan,” ucap Dudy.
Baca juga: Menhub: Tiga Tahun Terjadi 1.058 Kecelakaan Kereta di Perlintasan Sebidang
Selain mendukung proses investigasi, Kementerian Perhubungan juga memfokuskan langkah cepat dalam penanganan korban serta pemulihan operasional perjalanan kereta api agar layanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Dudy menegaskan, keselamatan dan pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menangani dampak insiden tersebut.
“Kementerian Perhubungan memprioritaskan percepatan penanganan korban, pemulihan operasional perjalanan kereta api agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Anggota DPR Desak Menhub Segera Buka Hasil Investigasi
Sementara itu, Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan segera mengumumkan hasil investigasi kecelakaan tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Saiful Huda, meminta Kemenhub menyampaikan perkembangan hasil investigasi.
Baca juga: Dilema Menutup Pelintasan Sebidang Kereta Api, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi
Menurut Huda, rapat sebelumnya sempat tertunda karena Kemenhub belum memiliki hasil investigasi yang dapat dipaparkan.
“Rapat yang tertunda sebelumnya harus diganti dengan Raker hari ini, harus lebih progresif,” kata Huda dalam rapat.
Politikus PKB itu menegaskan Kemenhub harus mulai menjelaskan penyebab awal kecelakaan serta langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk memperbaiki layanan transportasi kereta api nasional.