Digarap Pengembang Lokal, Platform ERP Ini Genjot Bisnis Perusahaan Lebih Ngebut
ERP bekerja mengintegrasikan aspek kontrol pengelolaan keuangan, SDM, manufaktur, rantai pasok dan penjualan ke dalam satu platform secara terpusat.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Perusahaan yang sedang berkembang pesat umumnya mulai membutuhkan perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) untuk mengotomatisasi dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis utamanya.
- ERP bekerja mengintegrasikan aspek kontrol pengelolaan keuangan, SDM, manufaktur, rantai pasok dan penjualan ke dalam satu platform secara terpusat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan yang sedang berkembang yang antara lain ditandai dengan semakin kompleksnya dinamika bisnis dengan karyawan yang terus bertambah dari puluhan ke ratusan biasanya mulai menggunakan perangkat lunak ERP, singkatan dari Enterprise Resource Planning.
Ini adalah sistem perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk mengotomatisasi dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis utamanya seperti keuangan, SDM, manufaktur, rantai pasok dan penjualan ke dalam satu platform yang terpusat.
Dengan demikian, sistem ERP bekerja menggunakan satu database terpusat dan memberikan beberapa fungsi penting seperti integrasi antardepartemen di dalam perusahaan, otomatisasi, serta memberikan data analitk untuk proses keputusan bisnis yang cepat dan tepat.
Integrasi antardepartemen penting karena berbagai divisi bisa saling terhubung secara digital dan dapat berbagi data secara akurat dan seketika.
Sementara, otomatisasi dalam sistem ERP membantu nmenghilangkan pekerjaan manual dan penginputan data ganda untuk mencegah kesalahan akibat kecerobohan manusia atau human error.
Sistem ERP ini umumnya dikembangkan oleh perusahaan perangkat lunak dari luar negeri. Namun belakangan ada perusahaan pengembang perangkat lunak di dalam negeri yang berhasil mengembangkan platform ERP yang berbasis pada pemahaman pasar dan kebutuhan pebisnis lokal di Indonesia.
Pengembang tersebut adalah PT Haluan Rekadaya Konsultindo yang membuat ERP Robustapp. Platform ini pertama kalinya diperkenalkan ke media pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu di Jaakrta dan menyasar perusahaan yang sedang naik kelas dalam manajemen bisnisnya.
Hal menarik dari sistem ERP yang mereka kembangkan ini adalah investasinya yang tidak setinggi sistem ERP dari pengembang luar negeri. Selain itu, dia juga bisa dikustomisasi secara ekstensif untuk menyesuaikan regulasi lokal.
Baca juga: Nabati Group Perkuat Fondasi Digital, Mulai Transformasi ERP Berbasis Cloud
Hal menarik lainnya, platform ERP dilengkapi pula dengan Augmented Intelligence (Aug-I) dan sistem ERP ini dirancang khusus untuk operasional bisnis di Indonesia. Aug-I juga bisa membantu memberikan analisis serta proyeksi yang lebih sesuai untuk perusahaan.
Awan Karnadjaya, Direktur Haluancorp bilang, dengan dukungan Augmented Intelligence, pihaknya bisa memberikan kecepatan analitik AI kepada pengelola perusahaan tanpa harus memindahkan tanggung jawab keputusan keluar dari tangan mereka.
Dia menjelaskan, Robustapp menjembatani kekosongan antara pencatatan data perusahaan dan kecepatan analitik yang dibutuhkan eksekutif.
Aug-I dalam Robustapp bekerja sebagai co-pilot analitik bagi eksekutif: menganalisis data operasional lintas seluruh fungsi bisnis, mendeteksi pola dan anomali secara real time, serta menyajikan sinyal peringatan dini serta dasar pertimbangannya sebelum masalah operasional berkembang menjadi kerugian finansial.
Baca juga: Integrasi Sistem Pembayaran dan ERP Percepat Transformasi Digital di Sektor Bisnis
Kemampuan ini diperkaya dengan dokumen internal maupun referensi eksternal yang tervalidasi, sejalan dengan pendekatan yang oleh komunitas riset global dikenal sebagai Human-centered AI. Otoritas keputusan tetap mutlak di tangan manusia.
Kapabilitas Aug-I tertanam di seluruh modul yang telah mengadaptasi fitur-fitur global dan menyesuaikan juga dengan konteks bisnis Indonesia. Di sisi keuangan, chart of account multidimensi sebagai basis modul keuangannya memungkinkan analisis kinerja dari berbagai perspektif sekaligus tanpa menunggu laporan dikompilasi manual.
Untuk rantai pasok, setiap penggunaan material dapat langsung dikaitkan dengan berbagai dimensi bisnis (seperti departemen, proyek, atau lokasi) memungkinkan pencatatan biaya yang lebih akurat sekaligus siap dianalisis tanpa proses tambahan.