Tekan Emisi Karbon, Dekarbonisasi Berbasis Efisiensi Aset Diperkenalkan di IPA Convex 2026
Teknologi Stopaq dan Mascoat diklaim mampu menekan emisi karbon hingga 91 persen.
Penulis:
Sanusi
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Henkel memperkenalkan konsep “Invisible Decarbonization” di IPA Convex 2026 dengan solusi teknologi untuk mengurangi emisi karbon di industri migas.
- Teknologi Stopaq dan Mascoat diklaim mampu menekan emisi CO2 hingga 91 persen.
- Pengurangan emisi karbon secara signifikan dapat dicapai melalui penguatan integritas aset dan optimalisasi efisiensi energi pada infrastruktur yang sudah ada.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan manufaktur asal Jerman, Henkel ikut serta dalam upaya dekarbonisasi dengan menghadirkan lini solusi teknologi terbarunya yang berfokus pada pengurangan emisi karbon bagi industri migas pada gelaran IPA Convex 2026.
Henkel adalah perusahaan multinasional asal Jerman yang bergerak di bidang produk konsumen dan industri, dengan fokus utama pada perekat, sealant, pelapis fungsional, serta produk perawatan rumah tangga dan kecantikan.
Henkel mengangkat konsep “Invisible Decarbonization” dalam seminar Innovative Energy Solutions di IPA Convex 2026.
Strategi ini menekankan pengurangan emisi karbon secara signifikan dapat dicapai melalui penguatan integritas aset dan optimalisasi efisiensi energi pada infrastruktur yang sudah ada, tanpa memerlukan perubahan besar pada sistem produksi utama.
Dua teknologi utama yang dipresentasikan dalam seminar IPA Convex 2026 adalah Stopaq dan Mascoat. Stopaq tercatat mampu mengurangi emisi CO2 hingga 91 persen dibandingkan metode perlindungan korosi konvensional, dengan profil emisi 11 kali lebih rendah per 100 meter persegi.
Sementara itu, Mascoat mampu meningkatkan efisiensi termal secara konsisten hingga 42 persen, yang berdampak langsung pada penghematan bahan bakar serta pengurangan jejak karbon operasional secara signifikan.
Baca juga: Limbah MBG Diubah Jadi Biogas, Emisi Karbon Bisa Berkurang Hingga 2,5 Ton Tiap Tahun
Kedua solusi tersebut fokus pada pemeliharaan preventif dan integritas asset sebagai instrumen dekarbonisasi yang efisien dari sisi biaya dan mampu memberikan hasil terukur dalam waktu singkat.
Perusahaan tersebut mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam solusi infrastructure protection & repair untuk mengurangi emisi tersembunyi yang berasal dari kehilangan panas, korosi, dan kebocoran.
“Dengan memperpanjang siklus hidup aset, perusahaan secara otomatis dapat mengurangi konsumsi material baru seperti baja yang memiliki jejak karbon produksi sangat tinggi, sekaligus mengoptimalkan konsumsi energi pada peralatan produksi yang rentan mengalami penurunan performa,” ungkap OPEX Manager SEA Henkel Adhesive Technologies, Mickey Kasemphaibulsuk dalam paparannya.
Sebagai pemimpin teknologi global dengan pengalaman 150 tahun serta didukung lebih dari 2.500 insinyur ahli di 150 negara, Henkel berkomitmen membantu industri minyak dan gas Indonesia bertransformasi dari pola operasional reaktif menuju pengelolaan aset berbasis prediktif.
Baca juga: Penggunaan BBM Beretanol Dinilai Dapat Menekan Emisi Karbon
Inovasi ini tidak hanya memastikan keandalan fasilitas di lingkungan ekstrem, tetapi juga memperkuat daya saing bisnis melalui efisiensi energi yang sejalan dengan prinsip sustainability.
Seluruh merek yang disebutkan di atas merupakan merek dagang dan/atau merek dagang terdaftar milik Henkel dan afiliasinya di Amerika Serikat, Jerman, Indonesia, dan negara lainnya.