Dari Inkubasi ke Industri, Startup Hijau RI Masih Hadapi Hambatan
banyak startup yang memiliki inovasi kuat di tahap awal, namun belum memiliki model bisnis yang matang untuk bertahan dalam kompetisi industri.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Sanusi
Executive Vice President, Head of LNG Business Division, SK Innovation E&S, Jong Mun Lee mengatakan, pihaknya terus menemukan dan mendukung talenta muda potensial di Indonesia secara konsisten dan proses pembinaan tersebut terbukti menghasilkan pencapaian bisnis yang nyata.
Baca juga: Startup Jepang Mulai Produksi Semikonduktor Berlian, Pertama di Dunia Menuju Komersialisasi
"Kami akan terus menjadi mitra global yang kuat agar bisnis dan teknologi inovatif mereka dapat bertumbuh melampaui sekadar ide dan benar-benar berkontribusi pada ekosistem lingkungan dan energi Indonesia,” katanya.
Kolaborasi dalam program ini juga melibatkan berbagai mitra strategis, antara lain Sinarmas Land dalam pengembangan AI Entrepreneurship Academy di BSD, Garuda Spark Innovation Hub by Komdigi, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Universitas Ciputra, serta Angin Dampak Jaya.
Kemitraan ini diarahkan untuk menjawab kesenjangan utama dalam ekosistem startup Indonesia, terutama pada fase transisi dari inkubasi menuju industrialisasi.
"Program ini diharapkan dapat memperkuat lahirnya startup hijau Indonesia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga siap bersaing di pasar global serta memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan," katanya.