Masyarakat dan Pedagang Sembako Pusing Beban Hidup Makin Berat: Sekarang Semua Serba Mahal
Juju berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Menurut Zaenudin, salah seorang pedagang beras di Pasar Rebo, tingginya harga beras diduga dipengaruhi oleh mahalnya harga gabah kering giling di tingkat petani yang saat ini mencapai lebih dari Rp8.000 per kilogram.
Akibat kenaikan harga tersebut, omzet penjualan beras mengalami penurunan cukup signifikan. Selain harga yang mahal, banyak warga yang masih memiliki stok beras hasil panen sehingga pembelian di pasar berkurang.
"Untuk beberapa minggu terakhir ada kenaikan harga beras. Yang awalnya sekitar Rp12.500 sekarang paling murah sudah Rp13.500 per kilogram. Untuk beras medium sekarang sekitar Rp14.000 dan premium Rp16.000 per kilogram. Penjualan juga turun sekitar 30 sampai 40 persen," ujar Zaenudin.
Untuk harga ayam potong juga masih bertahan di level tinggi. Meski sempat mengalami penurunan setelah Iduladha, ayam potong masih dijual di kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
Pedagang ayam potong, Lana menyebut tingginya harga ayam dipengaruhi meningkatnya kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut, kata dia, membuat para pedagang harus bersaing dengan penyedia kebutuhan MBG untuk mendapatkan pasokan ayam dari bandar.
Sementara itu, seorang pembeli bernama Juju berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.
"Harapannya harga stabil saja, jangan tiba-tiba naik. Sekarang kebutuhan lain seperti minyak goreng dan bumbu juga masih mahal. Jelas sangat memberatkan," katanya.