Rupiah Makin Ambles Pagi Ini, Pengamat Prediksi Bisa Tembus Rp 19.000
Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026) pagi dan di pasar spot diperdagangkan Rp18.129 per dolar AS.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini juga diikuti keluarnya dana investor dari pasar keuangan domestik.
Ia menilai kekhawatiran investor tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dari kebutuhan pendanaan berbagai program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah apabila harga minyak tetap berada di level tinggi.
Meski demikian, Ibrahim mengatakan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Menurutnya, intervensi di pasar keuangan telah dilakukan. Pemerintah juga berupaya menarik dana melalui lelang surat utang negara. Namun, ia menilai langkah tersebut belum mampu meredam tekanan yang terjadi di pasar.
Ia menambahkan, pelaku pasar kini akan mencermati langkah lanjutan pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"Mereka melakukan intervensi di pasar keuangan, bahkan pemerintah pun juga melakukan lelang obligasi, tetapi rupanya lelang obligasi yang dilakukan oleh pemerintah gagal total. Inilah yang membuat indeks harga saham gabungan, kemudian rupiah mengalami pelemahan," tutur Ibrahim.