Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Makin Ambles Pagi Ini, Pengamat Prediksi Bisa Tembus Rp 19.000

Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026) pagi dan di pasar spot diperdagangkan Rp18.129 per dolar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Rupiah Makin Ambles Pagi Ini, Pengamat Prediksi Bisa Tembus Rp 19.000
Tribunnews/Jeprima
MELEMAH LAGI - Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026) pagi dan di pasar spot diperdagangkan Rp18.129 per dolar AS. Pelemahan rupiah dan penurunan pasar saham dipicu oleh sejumlah faktor eksternal dan berpotensi tembus Rp19.000 per dolar. 

Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini juga diikuti keluarnya dana investor dari pasar keuangan domestik.

Ia menilai kekhawatiran investor tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dari kebutuhan pendanaan berbagai program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah apabila harga minyak tetap berada di level tinggi.

Meski demikian, Ibrahim mengatakan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Menurutnya, intervensi di pasar keuangan telah dilakukan. Pemerintah juga berupaya menarik dana melalui lelang surat utang negara. Namun, ia menilai langkah tersebut belum mampu meredam tekanan yang terjadi di pasar.

Ia menambahkan, pelaku pasar kini akan mencermati langkah lanjutan pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

"Mereka melakukan intervensi di pasar keuangan, bahkan pemerintah pun juga melakukan lelang obligasi, tetapi rupanya lelang obligasi yang dilakukan oleh pemerintah gagal total. Inilah yang membuat indeks harga saham gabungan, kemudian rupiah mengalami pelemahan," tutur Ibrahim.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas