Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sesi 1 IHSG 8 Juni 2026 Ambles 2,87 Persen, Saham BBCA Jebol Level 5.000

Salah satu sorotan utama adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harus rela jebol dari level psikologis 5.000 ke 4.960

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Sesi 1 IHSG 8 Juni 2026 Ambles 2,87 Persen, Saham BBCA Jebol Level 5.000
Tribunnews.com
IHSG - Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Senin (8/6/2026), IHSG terpantau melemah signifikan sebesar 2,87 persen ke posisi 5.434,31. 

Selain sektor perbankan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatatkan koreksi cukup tajam sebesar 11,96 persen, bertengger di harga 2.440.

Aktivitas perdagangan pada sesi pertama sendiri didominasi oleh perputaran nilai transaksi yang besar pada sejumlah saham utama.

Saham BBCA memimpin daftar saham teraktif berdasarkan nilai dengan total transaksi mencapai 2,02 triliun rupiah, disusul oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi sebesar 1,75 triliun rupiah.

Selanjutnya, saham perbankan besar lainnya yakni BBRI mencatatkan nilai transaksi sebesar 1,06 triliun rupiah dan BMRI sebesar 963,35 miliar rupiah.

Saham lain yang juga masuk dalam jajaran saham teraktif berdasarkan nilai adalah ANTM dengan 444,14 miliar rupiah, BUMI sebesar 434,76 miliar rupiah, serta TLKM dengan nilai 367,73 miliar rupiah.

Baca juga: Direstui Pemegang Saham, Emiten IBST akan Keluar dari Bursa Efek Indonesia, Tawarkan Harga Rp5.400

Di sisi lain, saham TPIA menjadi pengecualian di tengah tren pelemahan pasar dengan penguatan tajam sebesar 21,07 persen ke posisi 1.575. 

Meski begitu, pergerakan ini belum mampu menahan laju penurunan indeks secara keseluruhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pelaku pasar saat ini tampaknya sedang melakukan aksi jual secara masif merespons kondisi pasar terkini.

Investor disarankan untuk tetap mencermati volatilitas yang tinggi pada sesi perdagangan kedua nanti sore, mengingat tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih cukup dominan hingga penutupan sesi pertama ini.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas