IHSG 8 Juni 2026 Ditutup Ambruk 4,52 Persen ke Level 5.342, BBCA jadi 4.850
BBCA mencatatkan nilai transaksi sebesar 3,96 triliun rupiah, namun harga sahamnya tertekan hebat ke level 4.850
Penulis:
Bobby W
Editor:
Garudea Prabawati
Tingginya aktivitas perdagangan hari ini tercermin dari perputaran nilai transaksi yang masif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data perdagangan,BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai 3,96 triliun rupiah dengan volume 787,20 juta lembar saham.
Sesama pelaku industri perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami koreksi mendalam dengan nilai transaksi 2,36 triliun rupiah dan volume 921,80 juta lembar.
Hal serupa terjadi di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan nilai transaksi sebesar 1,42 triliun rupiah dengan volume 376,60 juta lembar saham.
Selain sektor perbankan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi fokus pelaku pasar dengan nilai transaksi 1,51 triliun rupiah melalui volume 623,10 juta lembar.
Baca juga: Direstui Pemegang Saham, Emiten IBST akan Keluar dari Bursa Efek Indonesia, Tawarkan Harga Rp5.400
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi dari sisi volume, yakni 8,97 miliar lembar saham dengan nilai transaksi 1,22 triliun rupiah.
Terakhir, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melengkapi jajaran saham teraktif dengan nilai transaksi 769,18 miliar rupiah dan volume 300,50 juta lembar saham.
Aktivitas Perdagangan dan Sentimen Pasar
Tingginya nilai transaksi yang mencapai 24,05 triliun rupiah dengan volume perdagangan sebesar 33,63 miliar lembar saham menunjukkan tingginya aktivitas keluar masuk modal di pasar.
Frekuensi transaksi yang mencapai 2,23 juta kali mengindikasikan adanya rebalancing portofolio yang dilakukan secara besar-besaran oleh investor pada penutupan sesi perdagangan hari ini.
Penurunan drastis ini menggarisbawahi tantangan berat yang dihadapi pasar modal domestik di awal pekan, di mana sentimen negatif tampaknya berhasil menekan optimisme para investor secara signifikan.
(Tribunnews.com/Bobby)