Kumat Merah Lagi, Sesi 1 IHSG 11 Juni 2026 Turun 1,91 Persen ke Level 5.789
Jika melihat grafik pergerakan sejak pagi, indeks sebenarnya sempat mencoba menembus level psikologis 6.000 dengan titik tertinggi di 6.010,48.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- IHSG anjlok 1,91 persen ke level 5.789,40 pada penutupan sesi pertama, mengakhiri masa penguatan (bullish) yang sempat terjadi selama dua hari sebelumnya.
- Tingginya tekanan jual dari investor membuat indeks utama lainnya seperti LQ45, ISSI, dan IDX30 ikut melemah, dengan total perputaran uang di bursa mencapai Rp12,67 triliun
- Saham BBCA menjadi yang paling aktif ditransaksikan meskipun harganya stagnan, sementara saham favorit lainnya seperti TPIA, BBRI, dan BMRI kompak mengalami penurunan harga
TRIBUNNEWS.COM - Rally bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari belakangan ini akhirnya berakhir pada perdagangan sesi pertama hari Kamis ini (11/6/2026).
Alih-alih melanjutkan momentum bangkit, pasar saham Indonesia justru kembali menunjukkan tren negatif dan terperosok dalam ke zona merah hingga jeda siang.
Berdasarkan data penutupan sesi pertama, IHSG anjlok cukup dalam hingga 1,91 persen, ditutup pada level 5.789,40.
Indeks Utama Tertekan
Jika melihat grafik pergerakan sejak pagi, IHSG sebenarnya sempat mencoba menembus level psikologis 6.000 dengan titik tertinggi di 6.010,48.
Namun, tenaga untuk bertahan di zona hijau tidak cukup kuat, sehingga grafik menunjukkan garis menukik tajam ke bawah sejak pertengahan sesi hingga akhirnya menyentuh level terendahnya menjelang pukul 12.00 WIB.
Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada indeks komposit.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham paling likuid dengan fundamental baik juga tidak mampu menahan gempuran.
Tercatat, indeks LQ45 harus puas ditutup melemah 1,85 persen ke posisi 578,60.
Baca juga: Harganya Jatuh, Dasco Ajak Investor Lokal Buyback Saham BCA
Grafik pergerakan LQ45 juga memperlihatkan pola serupa, di mana sempat ada lonjakan hijau di awal pembukaan perdagangan sebelum akhirnya terseret turun dan tertahan di area merah pekat hingga akhir sesi pertama.
Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga terpantau loyo.
ISSI mengalami penurunan sebesar 1,62 persen dan harus mengakhiri sesi siang di level 198,39.
Penurunan senada juga tercermin pada indeks IDX30 yang merosot 1,49 persen ke level 330,18.
Secara keseluruhan, bursa mencatatkan total volume perdagangan yang sangat besar, yakni mencapai 22,28 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 1,53 juta kali dengan perputaran uang Rp12,67 triliun.
Deretan Saham Paling Aktif
Di tengah lautan merah bursa, sejumlah saham perbankan dan energi tetap menjadi primadona yang paling banyak ditransaksikan oleh investor.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham teraktif dengan nilai transaksi menembus Rp1,77 triliun dari 310,37 juta lembar saham yang berpindah tangan.