Kisah Sebatang Duri Emas dari Jelambar: Dirawat Bak Anak, Dibesarkan Rumah BUMN BRI
Sejak tahun 2016, Richi sudah mapan bermain di jalur distribusi, memasok durian Medan, Montong Palu dari Sulawesi, hingga jenis premium
Penulis:
Dodi Esvandi
Editor:
Sanusi
Riuh rendah pesanan membuat Richi terus menambah mesin, memperbesar alat, hingga akhirnya memutuskan pindah dari ruko lamanya di Latumenten dan menyewa ruko tiga lantai di Jelambar ini khusus untuk menggenjot produksi.
"Saat itu bertepatan dengan PSBB, semua orang butuh penghasilan tambahan dan produk unik. Es krim kami menyebar di tengah masyarakat kayak virus Covid aja, cepat sekali," selorohnya.
Keaslian rasa es krim ini pun diakui oleh para konsumen setianya. Shannaz Medina, salah seorang pelanggan, mengungkapkan kepuasannya setelah berkali-kali melakukan pembelian ulang (repurchase).
"Enak banget rasanya, manis. Harganya juga terjangkau. Es krimnya mudah dimakan, jadi tidak berantakan. Rasa durennya berasa seperti duren beneran, tapi memang beneran asli buah," puji Shannaz.
Titik Balik dan Pelukan Rumah BUMN BRI
Roda bisnis tidak selalu berada di atas. Setelah mengecap pertumbuhan masif selama dua tahun pertama, Golden Thorn harus menghadapi kenyataan pahit dalam 1,5 tahun terakhir.
Kelesuan ekonomi global dan domestik memukul daya beli masyarakat. Satu per satu jaringan reseller berguguran. Dorongan pasar melorot tajam.
Jika pada masa sehatnya Golden Thorn mampu menjual hingga 30.000 pieces per bulan, kini angka tersebut terkoreksi ke kisaran 10.000 hingga 15.000 pieces.
Meskipun kapasitas terpasang mesinnya sanggup menyentuh angka 60.000 pieces sebulan.
Di titik nadir itulah, pintu takdir baru terbuka pada pertengahan tahun lalu.
Richi yang selama empat tahun buta terhadap peta pembinaan UMKM dari pemerintah, dipertemukan dengan Thio Siujinata dan Rika Christina, pemilik ruang kreatif Craftote.
Pasangan suami istri yang aktif di perkumpulan gereja yang sama dengan Richi ini dikenal sebagai "pejuang" yang gemar mengayomi sesama pelaku usaha lokal.
"Bukan saya doang yang suka mengajak teman-teman UMKM bergabung ke Rumah BUMN, suami saya juga," ujar Rika Christina saat dihubungi terpisah.
"Kami merasakan sendiri manfaat nyata dibina oleh Rumah BUMN BRI. Waktu diberi tempat pameran, kami cuma dipesan untuk meramaikan wadah ini. Jadi kalau lihat ada produk bagus seperti Golden Thorn belum tergabung, mulut kami rasanya tidak puas sebelum mereka jadi binaan BRI."
Rika mendaftarkan Richi dan memperkenalkannya kepada Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN BRI Slipi, Jakarta.
Lewat pintu inilah, Richi mulai mengenal dunia pembinaan yang terstruktur.