Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026 Mulai Menekan Laju Dolar AS
Nilai tukar rupiah pada hari ini, Rabu (17/6/2026) mulai mengalami pergerakan positif, menguat di level Rp17.630, berikut rincian dan penjelasannya.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM – Nilai tukar rupiah hari ini, pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan adanya pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Perubahan ini menjadi indikasi sinyal positif terhadap dinamika ekonomi regional.
Mengutip dari data Bank Indonesia pada hari ini, kurs beli dolar hari ini adalah Rp17.630,40.
Sementara kurs jual dolar hari ini, Rabu (17/6/2026) adalah Rp17.807,60.
Rupiah masih berpeluang untuk melanjutkan tren penguatan yang lebih banyak.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026: Naik Tipis di Level Rp2.733.000 per Gram
Nilai Tukar Rupiah di Bank Konvensional pada Hari Ini, Rabu (17/6/2026):
- BCA
e-Rate
Beli: Rp 17.735,00 per dollar AS
Jual: 17.755,00 per dollar AS
TT Counter
Beli: Rp 17.575,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.850,00 per dollar AS
Bank notes
Beli: Rp 17.575,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.850,00 per dollar AS
- BNI
Special rates
Beli: Rp 17.730,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.770,00 per dollar AS
TT counter
Beli: Rp 17.750,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.800,00 per dollar AS
Bank notes
Beli: Rp 17.750,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.800,00 per dollar AS
Baca juga: Saham Nikkei Pagi Ini Langsung Terbang Dapat Kabar Kesepakatan Damai AS-Iran
- BRI
e-rates
Beli: Rp 17,746,00 per dollar AS
Jual: Rp 17,770,00 per dollar AS
TT counter
Beli: Rp 17,660,00 per dollar AS
Jual: Rp 17,860,00 per dollar AS
- Mandiri
Special rate
Beli: Rp 17.720,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.750,00 per dollar AS
TT Counter
Beli: Rp 17.500,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.800,00 per dollar AS
Bank notes
Beli: Rp 17.500,00 per dollar AS
Jual: Rp 17.800,00 per dollar AS
Baca juga: Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp17.725 per Dolar AS, Ancaman Tarif Trump Jadi Beban
Hal-hal yang Mendorong Penguatan Rupiah
1. Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia
Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, aset keuangan dalam rupiah menjadi lebih menarik bagi investor.
2. Kekuatan Dolar AS
Dolar AS merupakan mata uang acuan dunia, maka saat dolar menguat secara global, banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
3. Inflasi
Tingkat inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menurunkan kepercayaan investor terhadap suatu mata uang. Inflasi yang terkendali umumnya mendukung stabilitas rupiah.
4. Situasi Politik dan Keamanan
Stabilitas politik dan keamanan memberikan kepastian bagi investor.
5. Kondisi Ekonomi dan Geopolitik Global
Perang, konflik internasional, krisis keuangan, hingga kebijakan bank sentral negara besar seperti Federal Reserve AS dapat memengaruhi pergerakan rupiah melalui sentimen pasar global.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.