Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Banggar DPR RI Minta Jokowi Terbitkan 3 Perppu Antisipasi Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian

Banggar) DPR mengusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan 3 Perppu untuk mengantisipasi dampak ekonomi karena virus corona atau Covid-19.

Banggar DPR RI Minta Jokowi Terbitkan 3 Perppu Antisipasi Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Said Abdullah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR mengusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan 3 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengantisipasi dampak ekonomi karena virus corona atau Covid-19.

3 Perppu tersebut di antaranya, Perppu APBN 2020, Perppu terhadap Undang-Undang Pajak Penghasilan, dan Perppu revisi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah mengatakan, Perppu dibutuhkan untuk menyesuaikan kembali APBN 2020 dengan kondisi yang sedang dialami saat ini dan beberapa bulan ke depan.

Baca: Soal Wabah Corona, Dokter Ari Fahrial Beri Imbauan Ini bagi Para Perokok: Kayak Orang Nantangin

"Presiden segera terbitkan Perppu karena tidak dimungkinkan dilaksanakannya rapat Paripurna DPR dalam waktu dekat, sebagai konsekuensi kebijakan social distancing," ujar Said kepada wartawan, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, meningkatnya pasien positif corona di Indonesia direspon sangat negatif oleh pelaku ekonomi.

Hal tersebut terlihat dari transaksi keuangan.

Baca: Maruf Amin Minta MUI Buat Fatwa Tentang Salat Tanpa Berwudu Bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Rupiah saat ini, kata Said, sudah di atas Rp 16 ribu per dolar AS, sementara patokan asumsi makro APBN 2020 di level Rp 14.400 per dolar AS.

"Jadi pemerintah harus memberikan respon cepat, terutama yang menyangkut fiskal dan moneter," ucap Said.

Selain sektor keuangan, Said melihat angka inflasi yang diparok APBN di posisi 3,1 persen akan sulit tercapai, karena sektor riil mengalami tekanan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas