Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

RS Moewardi Bikin APD, Direktur Ditelepon RS Seluruh Indonesia: Saya Beri Tutorial Cara Membuatnya

RSUD Moewardi Solo memproduksi APD virus corona sendiri sampai direktur ditelepon RS seluruh Indonesia, sebut pilih beri video tutorial.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in RS Moewardi Bikin APD, Direktur Ditelepon RS Seluruh Indonesia: Saya Beri Tutorial Cara Membuatnya
www.rsmoewardi.com
Gedung RSUD dr Moewardi Solo. 

TRIBUNNEWS.COM - RSUD Moewardi Solo memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat (hazardous materials suit) seluruh badan.

Kabar ini sudah tersebar di berbagai media massa hingga pihak berbagai rumah sakit di Indonesia menghubungi Direktur RSUD Moewardi Cahyono Hadi untuk minta disuplai.

Daripada menyuplai ke seluruh Indonesia, Cahyono lebih memilih menunjukkan tutorial cara membuat APD sendiri kepada para pihak rumah sakit itu.

Dilansir Tribunnews.com, hal ini disampaikan Cahyono dalam teleconference YouTube KOMPASTV, Selasa (24/3/2020).

Awalnya, pihak RS Moewardi memang sempat diminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyuplai APD ke seluruh Jateng.

Baca: Diminta Ganjar Buat APD untuk Jateng, RS Moewardi Hanya Mampu Terbatas: Kami Bukan Produsen Konveksi

Baca: RS Moewardi Produksi APD, Direktur Moewardi Jamin Standarnya: Pernah Dipakai saat Wabah Flu Burung

Ketika ditaya soal permintaan Ganjar, Cahyono menegaskan pihaknya hanya bisa memproduksi APD secara terbatas.

Meski RS Moewardi sudah melibatkan penjahit langganannya, namun tetap saja produksi maksimal hanya mencapai 300 buah per hari.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rumah Sakit Moewardi kan bukan produsen konveksi," tegas Cahyono.

"Memang kita bisa membantu, memperbanyak produksi, dengan melibatkan beberapa penjahit yang sudah menjadi penjahit langganan baju RS Moewardi," terang Cahyono.

"Tapi bagaimana pun juga kapasitasnya mungkin kita masih sekitar 200-300 per hari," imbuhnya.

Cahyono menambahkan, jika nanti akan didistribusikan ke seluruh Jateng, maka ia menyalurkannya melalui Dinas Kesehatan Jateng.

"Kita membantunya hanya lewat Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah,"

Cahyono mengakui banyak rumah sakit yang ingin disuplai APD dari RS Moewardi.

"Memang ada rumah sakit seluruh Indonesia yang telepon saya," kata Cahyono.

Ia lebih memilih untuk membagikan tutorial cara membuat APD sendiri agar rumah sakit bisa mandiri.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas