Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

RS Moewardi Bikin APD, Direktur Ditelepon RS Seluruh Indonesia: Saya Beri Tutorial Cara Membuatnya

RSUD Moewardi Solo memproduksi APD virus corona sendiri sampai direktur ditelepon RS seluruh Indonesia, sebut pilih beri video tutorial.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in RS Moewardi Bikin APD, Direktur Ditelepon RS Seluruh Indonesia: Saya Beri Tutorial Cara Membuatnya
www.rsmoewardi.com
Gedung RSUD dr Moewardi Solo. 

"Baju ini adalah seperti sponge, jadi kalau ada droplet dari riak seseorang, orang berbicara, dia akan menempel, dan virus tidak bisa menembus," paparnya.

Namun yang menjadi masalah adalah penggunaan APD yang sekali pakai sehingga menuntut untuk produksi terus-menerus.

"Cuma yang menjadi masalah, pakaian ini sekali pakai, buang," kata Cahyono.

"Kita bisa menjamin bahwa hazmat suit ini tidak akan menulari para penggunanya," ungkapnya.

Berikut video lengkapnya:

Salurkan ke Dinkes Jateng

Kabid Pelayanan RSUD Moewardi Solo Bambang SW menjelaskan soal produksi APD RS Moewardi dalam wawancara unggahan YouTube KOMPASTV, Senin (23/3/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Bambang menjelaskan proses produksi APD ini tidak boleh sembarangan dan harus benar-benar steril.

"Buatannya supaya tetap steril, kita perhatikan, yang menjahit tetap harus cuci tangan, pakai handrub, pakai masker," ujar Bambang.

Bambang menyebut pembuatan APD ini sebenarnya untuk pihak RS Moewardi saja lantaran APD kini langka di mana-mana.

Namun lantaran RS Moewardi milik Pemprov Jateng, maka dari itu rumah sakit ini siap untuk mendistribusikan ke rumah sakit lain di Jateng.

Baca: Ada Perawat Diusir dari Kos karena Pemilik Takut Tertular Covid-19, Ini Kata PPNI

Baca: Jokowi Tiadakan Ujian Nasional 2020, Catatan Serikat Guru hingga Dorongan DPR untuk Pemerintah

"Ini sebetulnya untuk keperluan internal. Kalau untuk seluruhnya kan harus punya AKD (izin produksi), kami enggak punya, jadi ini internal, " terang Bambang.

"Ini untuk internal rumah sakit dan tentunya untuk kebutuhan kalau provinsi, Dinkes, kan sama saja dengan rumah sakit."

"Kalau Dinkes minta ya kita buatkan," ujarnya.

Diketahui, harga APD cukup terjangkau, yakni Rp 50 ribu, sedangkan harga normal APD bisa mencapai Rp 150 ribu ke atas.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas