Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

PAN Estimasi DKI Jakarta Harus Siapkan Hingga Rp 7 Triliun Sebulan Jika Karantina Wilayah Diterapkan

Dana tersebut berdasarkan asumsi dari tiap 2,6 juta rumah tangga di DKI Jakarta mendapatkan Rp 2-3 juta per bulan

PAN Estimasi DKI Jakarta Harus Siapkan Hingga Rp 7 Triliun Sebulan Jika Karantina Wilayah Diterapkan
Lusius Genik/Trbunnews.com
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno dan fungsionaris lain PAN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DKI Jakarta perlu menyiapkan Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun jika rencana karantina wilayah dilakukan selama satu bulan dalam upaya menangani penyebaran virus corona.

Estimasi itu disampaikan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), Ketua DPW PAN DKI Jakarta yang juga Anggota DPR Dapil Jakarta Timur.

"Dana tersebut berdasarkan asumsi dari tiap 2,6 juta rumah tangga di DKI Jakarta mendapatkan Rp 2-3 juta per bulan. Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya selama dilakukan karantina wilayah," kata Eko, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan, meski pemenuhan logistik serta pangan pada karantina wilayah merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, namun Pemprov DKI Jakarta dapat membantu melalui beberapa cara.

"Pertama, Pemprov DKI Jakarta bisa menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), Pak Anies sudah alokasikan sebanyak Rp 54 miliar. Sementara Komisi A DPRD sudah setuju anggaran Rp 183 miliar, dengan rincian Rp 130 miliar untuk dinkes, 53 miliar untuk kewilayahan," jelasnya.

Cara kedua, terang Eko, melalui realokasi fiskal lainnya yang bisa didapat lewat pemanfaatan SiLPA APBD DKI Jakarta 2019.

"Diproyeksikan totalnya 5,5 T. Kita bisa alokasikan setengah sampai 80% untuk bantuan logistik dan pangan," kata dia.

Adapun cara ketiga, lewat realokasi rencana event dan pembangunan infrastruktur DKI Jakarta.

Realokasi anggaran formula E sebesar 1,6 Triliun. Selain itu, saat ini ada 9 infrastruktur prioritas DKI Jakarta yang kira-kira per tahun bisa habiskan 5 Triliun. Jika dibatalkan atau ditunda dua saja seperti pengembangan jalur MRT dan LRT maka bisa dapat 1 triliun," ungkapnya.

Penggalangan dana CSR BUMD DKI, kata Eko bisa menjadi cara keempat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas