''Semua Orang Bisa Melawan Virus Covid-19 . . . ''
Ada dua poin penting dalam melawan virus Covid-19, yaitu masalah medis dan psikologis.
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada dua poin penting dalam melawan virus Covid-19, yaitu masalah medis dan psikologis.
Faktor medis ditangani dokter, tapi faktor psikologis bisa ditangani oleh semua pihak, termasuk di level RW dan RT dan seluruh anggota masyarakat, dengan cara membangkitkan rasa optimis.
Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Senin (6/4/2020).
Baca: Pengakuan Driver Ojol Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo: Ditipu Rp 700 Ribu hingga Ditegur Warga
Baca: Penting Diketahui, Ini Daftar Vaksinasi untuk Wanita yang Sedang Merencanakan Kehamilan
Baca: Riza Patria Terpilih Jadi Wagub DKI, Siap Bantu Anies Baswedan Lawan Corona
"Kalau masalah piskologis bisa kita jaga, maka imunitas bangsa kita akan kuat. Dan dengan imunitas tubuh yang bagus akan membuat masyarakat menjadi lebih kuat menghadapi virus Covid-19 ini," kata Doni.
Sehingga, kata Doni, diperlukan sebuah gerakan yang menciptakan rasa optimis di masyarakat, dalam memerangi pandemi virus corona.
Untuk membangkitkan rasa optimis, kata Doni, dirinya telah meminta Presiden Jokowi agar setiap hari pemerintah menyampaikan narasi positif untuk menumbuhkan rasa optimis masyarakat.
"Ini menjadi prioritas kita, bahkan instrumen ini bisa di tingkat paling rendah, yairu desa, RT, RW, digerakkan semua. Maka kita mampu menurunkan jumlah masyarakat yang terpapar," ujar Doni.
Doni menyebut, gerakan menumbuhkan rasa optimis sangat penting, karena jika melihat negara maju dengan seluruh fasilitas kesehatan dan dokter nomor satu, tidak mampu mencegah kematian maupun penuluran virus corona.
Doni juga mengakui masih rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan imbauan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Karena itu, ia berharap pelibatan tokoh masyarakat untuk menegakkan imbauan physical distancing kepada warga. Ia menilai peran dari ketua RT atau RW lebih efektif ketimbang tindakan represif dari aparat keamanan.
"Tentunya pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat. Di semua lapisan termasuk ke tingkat paling rendah RT/RW. Masyarakat hari ini akan patuh kepada Ketua RT dan Ketua RW manakala mau turun tangan," kata Doni Monrdo.
Doni menambahkan, Ketua RT kenal betul warganya, tahu betul satu sama lain. Sehingga ketika tidak ada yang tidak mau menurut dengan Ketua RT, nanti izin-izin yang berhubungan administrasi tidak dikasih oleh Ketua RT.
Terkait faktor psikologis, Doni kemudian mencontohkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang terbebas dari virus corona setelah membesuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang belum dinyatakan positif covid-19.
"Ketika tahu Pak Menhub positif corona, Pak Basuki tidak panik, tetapi makan yang bergizi, olahraga yang teratur, istirahat cukup," ujar Doni
Doni berkeyakinan, jika Basuki saat itu panik, mungkin saja bisa langsung tepapar virus corona dari hasil pertemuan dengan Budi Karya.