Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2020

Warga Bawa Surat Keterangan Dalam Kondisi Darurat Belum Tentu Langsung Diperbolehkan Mudik

Nantinya, kepolisian yang berjaga akan memutuskan boleh atau tidaknya mereka melalui pos penjagaan.

Warga Bawa Surat Keterangan Dalam Kondisi Darurat Belum Tentu Langsung Diperbolehkan Mudik
Theresia Felisiani
Kakorlantas Polri Irjen Istiono melakukan survei ruas jalan tol Manado-Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (10/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian sempat memberikan kelonggaran kepada warga yang ingin pulang kampung karena sejumlah hal yang darurat.

Misalnya, apabila ada keluarga ada dalam kondisi sakit ataupun meninggal dunia dengan menyertakan surat.

Namun demikian, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Polisi Istiono mengatakan warga yang hendak pulang ke kampung halaman yang telah menyertakan surat keterangan tidak serta merta langsung diperbolehkan untuk mudik.

Baca: Angka Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini: 10.551 Positif Corona, 800 Meninggal, dan 1.591 Sembuh

Nantinya, kepolisian yang berjaga akan memutuskan boleh atau tidaknya mereka melalui pos penjagaan.

"Ada beberapa hal yang disampaikan, bahwasanya mudik 2020 sampai saat ini masih dilarang mudik. Ada hal-hal emergency dilapangan atas penilaian diskresi kepolisian dilapangan tentunya,” kata Istiono kepada awak media, Jumat (1/5/2020).

Dia menambahkan surat keterangan semisal dari RT atau RW nantinya akan diidentifikasi lagi oleh petugas di pos pemantauan.

Selanjutnya, akan diputuskan berdasarkan diskresi petugas di lapangan atas dasar kemanusiaan.

Baca: KSAU Bahas Pandemi Covid-19 dengan 20 Pimpinan Angkatan Udara di Asia Pasifik

“RT, RW yang dimaksud tidak mutlak, untuk mengidentifikasi daerah asal yang bersangkutan. Karena yang bersangkutan bila meninggalkan tempat dan mengunjungi saudaranya bukan mudik itu pun statusnya sudah ODP dan harus karantina 14 hari, sesuai protokol penanganan covid-19. Nah ini perlu diketahui RT, RW setempat. Bukan sah atau tidaknya mereka mudik dari ijin RT RW," pungkasnya.

Baca: Telah Pertimbangkan Aspek K3 Alasan Kemnaker Menyetujui Kedatangan 500 TKA ke Indonesia

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan toleransi kepada warga yang terpaksa pulang ke kampung halaman dengan kondisi darurat.

Mereka yang memiliki alasan tersebut diperbolehkan keluar dari Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas