Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gara-gara Wabah Corona, Subsidi 3 Moda Transportasi Ibu Kota Dipangkas 50 Persen

Adapun rinciannya anggaran subsidi MRT yang semula Rp825 miliar dikurangi 50 persen menjadi Rp412,5 miliar.

Gara-gara Wabah Corona, Subsidi 3 Moda Transportasi Ibu Kota Dipangkas 50 Persen
Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta saat akan berhenti di stasiun Blok M, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan selang waktu keberangkatan antar kereta menjadi 30 menit sekali mulai Senin, 20 April 2020. Hal itu sebagai bagian dari dukungan penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Selain itu, tiga stasiun tidak akan beroperasi melayani penumpang diantaranya yaitu Stasiun Haji Nawi, Blok A, dan ASEAN. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggaran subsidi sektor transportasi ikut dipangkas menyusul penyesuaian target APBD DKI Jakarta Tahun 2020 dari Rp87,95 triliun menjadi Rp47,18 triliun atau menyusut 46,35 persen.

Subsidi tiga moda transportasi ibu kota seperti MRT, LRT, dan Transjakarta masing - masing alami reduksi 50 persen dari jumlah anggaran awal.

Baca: Nadiem Soal Corona: Dunia Sudah Melihat Risikonya Jika Tidak Mendengar Ilmuwan

Rapat pembahasan soal penyesuaian APBD DKI 2020 ini dibahas Pemprov bersama DPRD pada Selasa (5/5) kemarin.

"Subsidi transport (LRT, MRT, Transjakarta) dikurangi 50 persen," tulis dokumen yang diterima Tribunnews.com, Rabu (6/5/2020).

Adapun rinciannya anggaran subsidi MRT yang semula Rp825 miliar dikurangi 50 persen menjadi Rp412,5 miliar.

Transjakarta dari Rp3,29 triliun menjadi Rp1,97 triliun. Begitu pula LRT menurun dari Rp439,62 miliar menjadi Rp219,81 miliar.

Baca: Warga Mengeluh Tagihan Listrik Membengkak Tak Sesuai Pemakaian, PLN Beri Penjelasan

Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga melakukan rasionalisasi subsidi pangan sebesar 50 persen, dari Rp1,01 triliun menjadi Rp568,86 miliar. Bahkan subsidi septitank sebesar Rp10 miliar dinolkan, alias dikurangi 100 persen.

Alhasil total Belanja Subsidi yang semula Rp5,57 triliun turun jadi Rp3,17 triliun.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan angka rasionalisasi ini adalah angka optimis. Artinya masih mungkin berkurang lagi sesuai kondisi ibu kota.

"Iya setelah dirasionalisasi begitu masih kurang lebih, ini masih angka optimis loh. Artinya masih kemungkinan berkurang lagi. Nanti kita lihat di bulan Agustus, September kan ada anggaran resmi perubahan," ucap Suhaimi.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas