Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Penyaluran Bansos, Jokowi: Prosedurnya Berbelit-belit!

Kepala Negara meminta bansos bentuk tunai maupun sembako dibutuhkan percepatan dalam penyalurannya.

Penyaluran Bansos, Jokowi: Prosedurnya Berbelit-belit!
WARTAKOTA/Nur Ichsan
BANSOS DI TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mulai mendistribusikan bantuan sosial khusus Presiden Jokowi kepada masyarakat sebanyak 55066 paket sembako. Wilayah pertama yang didistribusikan di wilayah ini yaitu di Kecamatan Neglasari, salah satunya di Kelurahan Mekarsari, Sabtu (9/5/2020). Warga menyambut antusias bantuan ini, karena bisa meringankan beban ekonomi mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat wabah Covid-19. Di Kelurahan Mekarsari paket sembako diberikan kepada 956 kk yang berada di 6 rukun warga. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak pandemi corona (Covid-19).

Menurut Presiden, prosedur pembagian bansos banyak terlalu rumit.

Hal itu disampakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas 'Penyederhanaan Prosedur Bansos Tunai dan BLT Dana Desa' yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (19/5/2020).

Baca: Sempat Putuskan Larangan Salat Ied, MUI Justru Bolehkan Wilayah Ini Laksanakan Salat Idul Fitri

"Kecepatan yang kita inginkan agar bansos itu segera sampai di masyarakat ternyata memang di lapangan banyak kendala dan problemnya, problemnya adalah masalah prosedur yang berbelit-belit," kata Jokowi.

Padahal, Jokowi menyebut bahwa saat ini adalah situasi yang luar biasa dan tidak normal.

Baca: Kronologis Penangkapan Habib Bahar, Sempat Minta Izin Merokok: Saya Nggak Bakal Lari

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta bansos bentuk tunai maupun sembako dibutuhkan percepatan dalam penyalurannya.

"Saya minta aturan itu dibuat sesimpel mungkin, sesederhana mungkin tanpa mengurangi akuntabilitas sehingga pelaksanaan di lapangan bisa fleksibel," jelas Jokowi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas