Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2020

Duka Perawat RS Wisma Atlet Kemayoran, Sedang Off Duty di Idul Fitri Tetap Tak Bisa Ketemu Keluarga 

Protap ini dilakukan agar tenaga medis tak kelelahan dan membuat risiko ketularan Covid-19 bertambah.

Duka Perawat RS Wisma Atlet Kemayoran, Sedang Off Duty di Idul Fitri Tetap Tak Bisa Ketemu Keluarga 
TRIBUN/HO
Petugas medis berfoto bersama dengan ceria saat akan menangani pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Rabu (6/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah ini, Putra Pratama yang merupakan perawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, tengah menjalani fase karantina selama dua minggu di Tower 3, Minggu (24/5/2020). 

Dia bukannya terjangkit virus corona atau Covid-19

Namun sesuai protap yang berlaku di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet para tenaga medis bekerja hanya selama sebulan lebih, yang dilanjutkan dengan dua minggu fase karantina atau masa libur. 

Baca: Shalat Idul Fitri Berjemaah, Warga Duren Sawit Ngaku Khawatir, tapi Berserah Saja

Protap ini dilakukan agar tenaga medis tak kelelahan dan membuat risiko ketularan Covid-19 bertambah. Apalagi mereka berada di garda terdepan. 

"Saya sebagai perawat, bertugas sejak bulan April, sudah satu bulan lebih di Wisma Atlet Kemayoran," ujar Putra, ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (24/5/2020). 

"Saat ini sedang tidak bertugas (off duty). Sedang karantina. Jadi satu bulan lebih on duty, dua minggu masuk fase karantina terkait ambang batas jangan sampai kelelahan. Protapnya gitu," imbuhnya. 

Meski tengah menjalani masa libur atau off duty, Putra tetap berada di Tower 3 di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, tempat tenaga medis tinggal. 

Baca: Di Batubara Satu Keluarga Bertengkar karena Uang, Malam Takbiran Jadi Petaka

Bisa saja dia memilih pulang, namun batinnya berkecamuk mengingat dia bisa membawa virus kepada keluarganya. 

Oleh karena itu, perawat dari lembaga Ners Indonesia tersebut memilih untuk memendam rasa rindu kepada keluarganya.

"Kalau pulang sebenarnya bisa. Tapi ada protap, lebih baik tidak. Bahayanya ke keluarga kita, karena saya berhubungan langsung dengan pasien. Jangan sampai kita jadi carrier untuk pandemi ini. Jadi tidak menjadi pemutus mata rantai, malah jadi mata rantai baru kalau kita pulang," kata dia. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas