Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet yang Kerap Saling Cek APD Satu Sama Lain Sebelum Terjun ke Lapangan

Berbagai cerita terkait kisah suka duka para tenaga medis di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet yang Kerap Saling Cek APD Satu Sama Lain Sebelum Terjun ke Lapangan
TRIBUN/HO
Petugas medis berfoto bersama dengan ceria saat akan menangani pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Rabu (6/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai cerita terkait kisah suka duka para tenaga medis di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Dr. Putro S Muhammad, salah satu dokter umum yang bertugas di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, mengungkap cerita-cerita menarik selama bertugas di sana sejak 27 April silam. Seperti ketika memakai alat pelindung diri (APD).

RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.Karena pemakaian APD yang cukup menyita waktu.

Dia selalu terkenang bahwa para tenaga medis selalu mengingatkan satu sama lain dan mengecek APD yang dikenakan kawannya.

"Sama teman-teman yang lain itu biasanya saling cek. Ini kurang rapat nih, maskermu melenceng, google-mu nggak pas," ujar Putro, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, semua yang ada disana tak memandang lagi status sebagai dokter, perawat, dari TNI, ataupun dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Mereka, kata dia, adalah satu tim yang siap bertugas membantu memulihkan kesehatan para pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran.

"Itu saling koreksi, sifatnya satu tim. Satu tim itu udah nggak mandang mau perawat, mau dokter, yang dari TNI, yang dari IDI, itu semua tim semua, kita saling cek aja," kata dia.

Selain itu, Koordinator Relawan IDI di RS Wisma Atlet tersebut juga mengatakan proses dekontaminasi pascabertugas terbilang menarik.

Untuk proses dekontaminasi sendiri, para tenaga medis dibantu oleh TNI yang memiliki suatu cairan khusus bernama nuklir biologi kimia atau nubika.

Cairan itu sendiri akan mematikan virus yang menempel di APD-APD yang dikenakan oleh para tenaga medis selepas bertugas.

"Cairan itu mematikan virusnya. Kita yang baju hazmatnya habis terpapar langsung disemprot semua, mati semua virusnya. Setelah itu baru dibuang bajunya karena sekali pakai," ungkapnya.

Putro menambahkan ibaratnya sebelum para tenaga medis membersihkan diri dengan mandi, mereka juga sudah dimandikan terlebih dahulu dari luar.

"Artinya sebelum mandi, kita sudah mandi dulu tuh secara luar, baju hazmatnya itu. Terus kita lepas baju hazmatnya, kita mandi lagi, baru bisa naik ke kamar (untuk beristirahat). Jadi kita mandi terus," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas