Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Yunarto Wijaya Ungkap Alasan Anies Tolak Pemudik Balik ke Jakarta, Teungku Zul Tulis Sindiran Pedas

Yunarto Wijaya mengungkap alasan mengapa Anies Baswedan menolak pemudik kembali lagi ke Jakarta.

Yunarto Wijaya Ungkap Alasan Anies Tolak Pemudik Balik ke Jakarta, Teungku Zul Tulis Sindiran Pedas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memberikan keterangan didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) usai meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal (normal baru) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). Dalam tinjauan kali ini, Jokowi menyampaikan pengerahan TNI/Polri secara masif di titik-titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM -- Alasan Anies Baswedan menolak para pemudik kembali ke Jakarta diungkap Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya lewat sebuah artikel berita.

Saat posting berita tersebut, Yunarto Wijaya menandai akun Twitter Tengku Zulkarnaen.

Namun rupanya aksi yang dilakukan Yunarto Wijaya disebut Tengku Zulkarnaen karena kebakaran jika ada berita soal Anies Baswedan.

Dalam artikel berita, Anies Baswedan mengaku menolak pemudik yang balik ke Jakarta karena menghargai warga yang rela tinggal di rumah tak mudik ke kampung halaman.

Maka dari itu, Anies Baswedan mengungkapan pemudik tak akan bisa kembali ke Jakarta secara cuma-cuma.

Ada aturan tegas bagi pemudik yang hendak balik ke Jakarta, yakni dengan mengantongi Surat Izin Masuk ( SIKM).

"Sejak pertengahan Ramadan sudah disampaikan, tetaplah tinggal di Jakarta. Karena kalau meninggalkan Jakarta, belum tentu bisa kembali dengan cepat," ujar Anies Baswedan.

"Ini dilakukan agar kerja keras puluhan juta orang selama dua bulan lebih, bekerja keras menjaga dan menurunkan penularan Covid-19, kita tidak ingin kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru penularan Covid-19," kata Anies.

Hal tersebut menurut Anies Baswedan sebagai salah satu cara mencegah Jakarta kembali dilanda lonjakan kasus Covid-19 secara tiba-tiba.

Langkah Anies Baswedan ini diutarakan dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (25/5/2020), dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

BACA SELENGKAPNYA =====>>>


Ikuti kami di
Editor: widi henaldi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas