Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenkes: Perusahaan Wajib Miliki Pemantau Kesehatan Karyawan yang Bekerja di Kantor

sebaiknya perusahaan memiliki pengawas yang khusus memantau kondisi kesehatan karyawannya.

Kemenkes: Perusahaan Wajib Miliki Pemantau Kesehatan Karyawan yang Bekerja di Kantor
Warta Kota/Alex Suban
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi mengatakan perusahaan harus rutin mengawasi kondisi kesehatan karyawannya yang bekerja langsung dari kantor.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus corona antar karyawan.

"Perusahaan harus melakukan pemantauan kesehatan tempat pekerjaan secara proaktif dan rutin. Apakah dia melihat ada yang demam atau flu atau adakah yang sering nggak masuk," ujar Kartini di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Menurut Kartini, sebaiknya perusahaan memiliki pengawas yang khusus memantau kondisi kesehatan karyawannya.

"Paling tidak di perkantoran misalnya di perkantoran pemerintah ada di bagian kepegawaian dan bagian umum yang harus mempersiapkan ini," ucap Kartini.

Baca: Dokter Ungkap Kondisi Petugas Laboratorium ITD Unair yang Terpapar Covid-19

Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran virus corona kepada karyawannya.

Kartini mengatakan edukasi adalah hal yang penting, karena selama ini banyak karyawan yang tidak mengerti tentang pencegahan penularan corona.

Perusahaan dapat bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat dalam memberikan edukasi terkait Covid-19.

Baca: Ketersediaan Jaringan Internet Jadi PR Pemerintah untuk Selenggarakan Pilkada 2020

"Tempat kerja harus melakukan sosialisasi dan edukasi pekerja terkait karena seringkali kita sering kali menemukan para pekerja kurang paham," ucap Kartini.

Perusahaan juga dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan jika terdapat karyawan yang sakit atau menunjukan gejala tertular virus corona.

"Mereka juga harus melakukan laporan atau berkoordinasi ketika pekerjanya sakit, atau tempat kerja itu ada tamu yang sakit. Itu perlu dikoordinasikan," pungkas Kartini.

Seperti diketahui, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.
 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas