Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kartu Pra Kerja

Program Paket Pelatihan Kartu Pra Kerja Dihentikan, PDIP: Karena Sudah Berjalan Harus Dievaluasi

Namun karena program ini telah berjalan, Rahmad menilai harus ada evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Program Paket Pelatihan Kartu Pra Kerja Dihentikan, PDIP: Karena Sudah Berjalan Harus Dievaluasi
Arief/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan program paket pelatihan kartu pra kerja yang ditawarkan oleh mitra platform digital.

Terkait hal itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo mengatakan memang sudah seharusnya program tersebut dihentikan.

"Saya kira memang harus dihentikan. Mestinya sudah dari dulu, sudah banyak yang mempermasalahkan kelanjutan program ini, karena memang sudah banyak paket-paket gratis di media sosial. Apalagi dengan temuan KPK, maka ini harus dihentikan," ujar Rahmad, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (2/7/2020).

Namun karena program ini telah berjalan, Rahmad menilai harus ada evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Baca: 6 Kejanggalan Kartu Prakerja yang Bikin ICW Lapor Ombudsman

"Tinggal sekarang ini, karena sudah berjalan ya mestinya harus dievaluasi lah. Minimal apa yang dikeluarkan dana negara itu bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada potensi kerugian negara," kata dia.

Menurutnya dalam evaluasi harus dipikirkan untuk menciptakan lapangan kerja atau peluang kerja yang lebih efisien dan murah.

Selain itu, harus dipikirkan pula untuk program pelatihan yang menyesuaikan dengan kondisi new normal. Rahmad menilai program pelatihan tidak harus bersifat digital.

"Kan tidak harus digital. Digital fungsi pengawasannya pada peserta kan juga kurang. Bisa sampai tidaknya teknis pada peserta kan kita juga belum bisa mengevaluasi. Saya berharap agar program ini tetap jalan dengan mekanisme dengan bentuk yang baru. Kalau toh tidak memungkinkan tahun ini ya tahun depan," ungkapnya.

Rahmad juga berharap nantinya akan ada program yang dapat menciptakan lapangan kerja. Sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri dan terjun langsung ke lapangan selepas pandemi.

"Bisa padat karya, bisa juga pelatihan yang bersentuhan dengan life skill, otomotif misalnya, handphone misalnya. Ini kan pandemi bisa jadi setahun hingga dua tahun, pasca itu kan mereka (masyarakat) juga harus mempersiapkan diri," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas